KEPRI – Prajurit TNI Angkatan Laut dari Lantamal IV Tanjung Balai Karimun berhasil menggagalkan upaya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan menangkap enam calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-prosedural dan satu orang tekong di Perairan Pulau Pandan, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu dini hari.
Aksi ini bermula ketika patroli Sea Rider 01 Mahesa yang dipimpin tim F1QR mendeteksi dua unit speedboat mencurigakan bermesin 40 PK melaju kencang menuju Perairan Pulau Nipah. Begitu menyadari kehadiran patroli TNI AL, kedua speedboat langsung berpencar untuk mengelabui pengejaran.
Tim patroli memutuskan mengejar satu unit speedboat berwarna biru yang diduga kuat mengangkut PMI ilegal. Meski sudah diberi tembakan peringatan, speedboat tersebut tetap berusaha kabur. Pengejaran berlangsung sekitar satu jam hingga akhirnya speedboat kehabisan bahan bakar dan berhasil dihentikan.
Saat akan diperiksa, enam orang PMI ilegal bersama nakhoda kapal (tekong) berupaya melarikan diri dengan terjun ke laut. Namun aksi mereka berhasil digagalkan dan ketujuhnya diamankan tanpa perlawanan berarti.
“Dari hasil pemeriksaan tim kesehatan Balai Pengobatan Lanal TBK, ketujuh orang yang diamankan dalam kondisi sehat,” ujar sumber resmi TNI AL.
Speedboat yang digunakan berangkat dari Perairan Kampung Asam, Pulau Kundur, dengan tujuan akhir Malaysia.
Petugas mengamankan barang bukti berupa satu unit speedboat selodang bermesin Yamaha 40 PK. Pemeriksaan awal tidak menemukan narkoba, senjata tajam, maupun barang terlarang lainnya.
Ketujuh tersangka beserta barang bukti selanjutnya diserahkan ke Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Kabupaten Karimun untuk proses hukum lebih lanjut.
Penggagalan ini menjadi yang kesekian kalinya sepanjang 2025 di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia.
TNI AL menegaskan akan terus memperketat pengawasan laut guna memutus rantai sindikat penyelundupan manusia, sesuai arahan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali.
“Jalesveva Jayamahe – di laut kita jaya. Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku TPPO dan penyelundupan manusia,” tegas perwira TNI AL di lapangan.
Kasus TPPO lintas negara terus menjadi ancaman serius. Keberhasilan operasi ini kembali membuktikan kesiapsiagaan TNI AL dalam menjaga kedaulatan dan melindungi warga negara dari sindikat perdagangan manusia.