PARIS — Bastille Day 2025 menjadi momentum penting bagi Indonesia di panggung internasional.
Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin secara khusus menekankan kepada prajurit TNI dalam Kontingen Patriot II untuk tampil prima dalam parade militer Hari Nasional Prancis tersebut.
Instruksi tersebut disampaikan langsung oleh Menhan saat mendampingi pasukan di Paris.
Ia meminta seluruh prajurit menjaga kehormatan bangsa lewat kedisiplinan, kekompakan, dan semangat juang yang mencerminkan karakter militer Indonesia di mata dunia.
“Seluruh anggota kontingen menjaga nama baik Indonesia dan menunjukkan disiplin serta semangat juang yang menjadi ciri khas prajurit Indonesia,” kata Sjafrie dikutip dari siaran pers resmi Kementerian Pertahanan yang diterima di Jakarta, Senin.
Partisipasi Indonesia dalam Bastille Day tahun ini merupakan bentuk kehormatan tinggi dari Pemerintah Prancis.
Indonesia menjadi satu-satunya negara sahabat yang diundang secara langsung oleh Presiden Prancis melalui Presiden Indonesia.
Hal ini sekaligus mencerminkan kedekatan hubungan bilateral serta kerja sama pertahanan antara kedua negara.
Menhan Sjafrie tak sekadar memberi instruksi dari kejauhan.
Ia terbang langsung ke Paris dan menyaksikan latihan pasukan Satgas Patriot II menjelang tampil dalam parade militer.
Kunjungannya ini diharapkan menjadi penyemangat tersendiri bagi kontingen dalam memberikan performa terbaik saat upacara pada 14 Juli mendatang.
“Kehadiran saya di sini agar kalian memberikan tampilan yang terbaik, atas nama Tentara Nasional Indonesia dan terlebih lagi atas nama bangsa Indonesia,” ujarnya saat memberi pengarahan di lokasi latihan di Prancis.
Keikutsertaan Kontingen Patriot II di Bastille Day 2025 telah dilepas secara resmi oleh Menhan, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Upacara pelepasan berlangsung di Pangkalan Udara TNI Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (6/7).
Dalam pernyataannya, Menhan menjelaskan bahwa keikutsertaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol kehormatan atas pengakuan peran strategis Indonesia di kancah global, khususnya di antara negara-negara yang tengah mendorong kemajuan teknologi dan pertahanan.
“Dalam rangka mengikuti Hari Bastille tanggal 14 Juli sebagai kontingen kehormatan, yang memperingati kebangkitan revolusi Prancis,” ujar Sjafrie.
Kontingen Patriot II terdiri dari sekitar 500 personel gabungan TNI-Polri serta para taruna dari akademi militer dan kepolisian. Penggabungan ini mencerminkan sinergi antarlembaga pertahanan dan keamanan Indonesia dalam menghadapi panggung internasional.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto juga turut menyampaikan semangat kepada seluruh pasukan, menekankan pentingnya profesionalisme, semangat pantang menyerah, dan integritas dalam mewakili Merah Putih di ajang militer prestisius tersebut.***