JAKARTA – Aksi “No Kings” kembali memobilisasi massa besar di berbagai kota Amerika Serikat. Di ibu kota, demonstran yang dipimpin organisasi lokal seperti Free DC bergerak melintasi Jembatan Frederick Douglass menuju Fort McNair, kediaman penasihat Gedung Putih, Stephen Miller.
Dilanasir dari The Guardian, Minggu (29/3/2026), di Chicago, ribuan orang memenuhi Grant Park sambil meneriakkan “Trump harus pergi sekarang, kaum fasis harus pergi sekarang” dan “Ice keluar”. Walikota Brandon Johnson menegaskan, “Lihatlah sekeliling, gerakan kita lebih besar, tekad kita lebih besar.” Pembicara lain menyoroti hak buruh serta perlindungan komunitas imigran dan transgender. “Ketika kita membangun dunia yang melindungi orang-orang transgender, kita membangun dunia yang lebih baik untuk semua orang,” kata Iggy Ladden dari Chicago Therapy Collective.
Leah Greenberg, pendiri Indivisible, menyebut lebih dari dua pertiga peserta berasal dari luar pusat kota besar, termasuk wilayah Partai Republik. Ratusan orang juga turun di Lebanon (Pennsylvania), Midland (Texas), dan Boise (Idaho), sementara aksi solidaritas berlangsung di Tokyo, Paris, Berlin, Roma, dan Sydney.
Sarah Parker dari Voices of Florida menilai kenaikan harga kebutuhan pokok dan perang di Iran menjadi pemicu utama. “Rakyat Amerika marah,” ujarnya. Meski begitu, koalisi No Kings menekankan aksi tetap tanpa kekerasan, dengan pelatihan de-eskalasi bagi pemimpin lokal.
Gedung Putih mengecam aksi tersebut sebagai “Sesi Terapi Gangguan Trump”. Juru bicara Abigail Jackson menyebut demonstrasi digerakkan oleh “jaringan pendanaan sayap kiri”. Pemerintahan Trump sebelumnya menargetkan pengunjuk rasa anti-ICE dengan tuntutan federal, termasuk kasus sembilan orang yang divonis bersalah atas tuduhan terorisme “antifa” di Texas.
Ancaman kehadiran ICE di lokasi protes juga disorot ACLU. Deirdre Schifeling menilai hal itu sebagai taktik intimidasi, dan mengarahkan peserta ke materi “ketahui hak-hak Anda”. Greenberg menegaskan, “Hari Tanpa Raja bukan hanya hari pembangkangan yang kuat tetapi juga katalis pengorganisasian untuk mendukung pengorganisasian lokal di mana pun.”