JAKARTA – Pelatih Tottenham Hotspur Roberto De Zerbi menepis anggapan bahwa stadion Spurs terlalu nyaman hingga melemahkan performa tim, dengan menegaskan bahwa atmosfer di Tottenham Hotspur Stadium justru luar biasa dan penuh tekanan bagi lawan.
Performa kandang Spurs musim ini memang menjadi sorotan setelah mereka gagal meraih kemenangan di Premier League sejak 6 Desember meski berhasil mencatat dua kemenangan beruntun di laga tandang yang kembali menghidupkan peluang bertahan di liga.
Sepanjang musim, klub asal London Utara itu baru mengoleksi dua kemenangan kandang di liga, bahkan nyaris menambah satu kemenangan saat debut De Zerbi sebelum Brighton mencetak gol penyeimbang di detik akhir pertandingan.
Menanggapi kritik soal atmosfer stadion, De Zerbi menegaskan bahwa banyak stadion besar di Premier League memiliki nuansa seperti teater, namun Tottenham justru menghadirkan atmosfer yang panas dan intens.
Ia mengatakan, “Stadion Tottenham itu panas, saya merasakannya saat bersama Brighton maupun saat melawan mereka dua pekan lalu.”
De Zerbi juga menambahkan bahwa bermain di hadapan sekitar 60 ribu suporter yang terus memberi dukungan sebelum, selama, dan setelah pertandingan merupakan keuntungan besar bagi tim.
Menurutnya, kedekatan antara tim dan suporter menjadi faktor penting yang justru memperkuat mental para pemain di tengah tekanan klasemen bawah.
Ia menegaskan, “Atmosfer saat melawan Brighton sangat luar biasa, dukungan fans benar-benar mendorong kami,” seperti dilansir The Independet, Senin.
De Zerbi menilai catatan buruk kandang Spurs musim ini hanyalah kebetulan semata, dengan menunjuk rekor impresif tak terkalahkan dalam 25 laga kandang di kompetisi Eropa sebagai bukti kekuatan mereka sebenarnya.

Ia mencontohkan kemenangan kandang atas Atletico Madrid dan Borussia Dortmund sebagai indikator bahwa Spurs tetap solid saat bermain di depan publik sendiri.
Terkait hasil imbang melawan Brighton, De Zerbi menganggap performa tim layak dianggap sebagai kemenangan secara kualitas permainan meski hanya menghasilkan satu poin.
Ia mengatakan, “Jika melihat performa, itu seperti kemenangan, jadi fokus berlebihan pada hasil kandang adalah kesalahan.”
Untuk mengamankan posisi di liga, Spurs dituntut mengakhiri tren buruk di kandang, dengan De Zerbi menyoroti kiper Antonin Kinsky sebagai contoh mentalitas bangkit setelah sempat tampil buruk di Madrid.
Kinsky kini dipercaya menggantikan Guglielmo Vicario yang masih absen usai operasi hernia dan dinilai tampil konsisten serta menjadi sosok penting di skuad.
De Zerbi menyebut, “Dia punya karakter besar, kepribadian kuat, dan saat ini bermain sangat baik untuk tim.”
Meski demikian, Vicario tetap dianggap sebagai pilihan utama, namun berpotensi absen hingga akhir musim, sementara Dejan Kulusevski juga diragukan kembali setelah lama menepi akibat cedera lutut.
De Zerbi bahkan mempertanyakan peluang Kulusevski tampil di Piala Dunia bersama Swedia mengingat sang pemain belum bermain selama satu musim penuh.
Ia mengungkapkan, “Sulit memahami bagaimana dia bisa ke Piala Dunia tanpa bermain musim ini, tapi saya berharap dia segera kembali.”
Kondisi ini membuat laga kontra Leeds United menjadi momentum penting bagi Spurs untuk mengakhiri kutukan kandang sekaligus menjaga asa bertahan di Premier League.***