JAKARTA – Lamine Yamal kembali mencuri perhatian dunia sepak bola setelah memastikan gelar ketujuh dalam kariernya di usia 18 tahun, sebuah pencapaian langka yang langsung memicu perbandingan dengan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo di fase usia yang sama.
Barcelona memastikan gelar La Liga musim 2025-2026 usai menaklukkan Real Madrid 2-0 dalam laga El Clasico pada Senin (11/5/2026) dini hari WIB, yang sekaligus mengunci posisi puncak klasemen dengan 91 poin dari 35 pertandingan.
Keunggulan 14 poin dari rival terdekat membuat Blaugrana tak lagi terkejar dengan tiga laga tersisa, menegaskan dominasi tim asuhan Hansi Flick sepanjang musim ini.
Trofi La Liga tersebut menjadi gelar kedua Yamal musim ini setelah sebelumnya turut mengangkat Piala Super Spanyol pada Januari, saat Barcelona menang tipis 3-2 atas Real Madrid di partai final.
Meski gagal di Copa del Rey dan Liga Champions setelah dihentikan Atletico Madrid, performa Barcelona tetap menunjukkan transformasi menjadi kekuatan baru yang solid dan agresif.
Kontribusi Yamal pun tidak sekadar pelengkap, karena pemain muda ini tampil luar biasa dengan torehan 24 gol dan 17 assist sepanjang musim 2025-2026.
Peran Yamal kini berubah drastis dari sekadar kreator serangan menjadi mesin gol utama sekaligus ancaman terbesar di lini depan Barcelona.
“Ini baru permulaan, saya ingin terus membantu tim memenangkan lebih banyak trofi,” ujar Yamal dalam pernyataannya usai memastikan gelar liga, dikutip dari World Soccer Talk, Senin (11/5/2026).
Hingga usia 18 tahun 10 bulan, Yamal telah mengoleksi tujuh trofi besar, terdiri dari enam bersama Barcelona dan satu bersama tim nasional Spanyol di ajang Euro 2024.
Rinciannya meliputi:
- La Liga 2022-2023
- Piala Super Spanyol 2024-2025
- Copa del Rey 2024-2025
- La Liga 2024-2025
- Piala Super Spanyol 2025
- La Liga 2025-2026
- Euro 2024 bersama Spanyol.
Jika dibandingkan, Lionel Messi pada usia yang sama baru mengoleksi empat trofi bersama Barcelona, termasuk dua gelar La Liga, satu Piala Super Spanyol, dan satu Liga Champions.
Pada periode tersebut, Messi masih dalam tahap berkembang dan belum menjadi figur utama tim, bahkan sempat absen di fase akhir Liga Champions akibat cedera.
Di level internasional, Messi juga meraih Piala Dunia U-20 2005 bersama Argentina dengan status pemain terbaik sekaligus top skor turnamen.
Sementara itu, Cristiano Ronaldo memiliki start yang lebih lambat dengan hanya satu trofi di usia 18 tahun, yakni Piala Super Portugal bersama Sporting CP.
Ronaldo baru mulai mengumpulkan trofi besar setelah memasuki usia 19 tahun, termasuk FA Cup bersama Manchester United pada musim 2003-2004.
Perbandingan ini menunjukkan bahwa Yamal berada di jalur yang sangat cepat dalam mengoleksi prestasi, bahkan melampaui kecepatan awal dua ikon sepak bola dunia tersebut.
Performa konsisten dan kontribusi besar di usia muda membuat Yamal kini dipandang sebagai wajah baru generasi emas Barcelona sekaligus kandidat kuat bintang global berikutnya.***



