TOKYO – Presiden AS Donald Trump, mendarat di Jepang dengan sambutan kerajaan yang megah pada Senin (27/10), melanjutkan perjalanan Asia lima hari yang penuh harapan untuk mengakhiri perang dagang dengan Presiden China Xi Jinping. Kunjungan ini menjadi sorotan utama, di mana Trump telah mengamankan kesepakatan perdagangan dan mineral kritis senilai miliaran dolar di Malaysia, sebelum bertemu Xi di Korea Selatan pada Kamis mendatang.
Dalam penerbangan Air Force One menuju Tokyo, Trump optimis menyatakan, “Saya sangat menghormati Presiden Xi, dan saya yakin kita akan pulang dengan kesepakatan.” Pernyataan itu langsung memicu lonjakan saham Asia ke rekor tertinggi, setelah negosiator AS-China menyepakati kerangka kesepakatan pada Minggu untuk menunda tarif AS yang lebih tinggi dan kontrol ekspor rare earth China.
Sambutan Imperial dan Fist Pump Ikonik
Dilansir dari Reuters, Trump menggunakan dasi emas dan setelan biru, Trump tiba dengan helikopter dan langsung memberikan beberapa fist pump energik sebelum tur malam Tokyo yang memukau. Beberapa menara ikonik kota diterangi warna merah, putih, dan biru bendera AS. Ia kemudian bertandang ke Istana Imperial, berjabat tangan dan berfoto dengan Kaisar Naruhito – pemimpin asing pertama yang bertemu sang kaisar sejak naik tahta pada 2019, melanjutkan garis monarki hereditas tertua di dunia.
Keamanan diperketat ketat dengan ribuan polisi dikerahkan pasca-penangkapan pria bersenjatakan pisau di luar Kedutaan AS pada Jumat, serta rencana protes anti-Trump di Shinjuku.
Investasi Raksasa dan Janji Baru dari PM Wanita Pertama Jepang
Trump telah meraup janji investasi US$550 miliar dari Tokyo sebagai imbalan atas kelonggaran tarif impor. Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick dan mitranya Ryosei Akazawa membahas potensi investasi jaringan listrik saat makan siang sushi di Tokyo. Besok, Perdana Menteri Sanae Takaichi – yang baru menjadi PM wanita pertama Jepang pekan lalu – akan memukau Trump dengan komitmen pembelian truk pickup AS, kedelai, dan gas, plus kesepakatan pembangunan kapal.
Dalam panggilan telepon Sabtu, Takaichi menegaskan penguatan aliansi AS-Jepang sebagai “prioritas utama”. Trump, yang mengenal Takaichi sebagai sekutu mendiang sahabatnya Shinzo Abe, balas: “Saya pikir dia akan luar biasa.”
Menteri Keuangan AS Scott Bessent bertemu Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama, membahas kebijakan fiskal proaktif Takaichi dan janji investasi, tanpa menyentuh kebijakan moneter Bank of Japan.
Agenda Keamanan: Jepang Siap Perkuat Pertahanan
Di Istana Akasaka besok, Trump akan disambut penjaga kehormatan militer, mirip pertemuannya dengan Abe enam tahun lalu. Takaichi dijadwalkan menandatangani MoU investasi pembangunan kapal dan meyakinkan Trump soal peningkatan keamanan. Ia berjanji mempercepat pembangunan pertahanan terbesar sejak Perang Dunia II, termasuk naikkan anggaran ke 2% GDP, meski koalisi pemerintahannya tak punya mayoritas parlemen. Jepang host basis militer AS terbesar di luar negeri, tapi Trump kerap kritik Tokyo kurang berkontribusi melawan China yang semakin agresif.
Trump berangkat Rabu ke Gyeongju, Korea Selatan, untuk bertemu Presiden Lee Jae Myung. Kerangka kesepakatan dengan Seoul sudah siap, meski finalisasi ditunda. Puncaknya: pertemuan Trump-Xi pada Kamis, di tengah tarif saling balas dan ancaman hentikan perdagangan mineral kritis serta teknologi. Tak ada harapan pemulihan perdagangan pra-kembali Trump, tapi jeda perang dagang ini bisa jadi game-changer bagi ekonomi global!