JAKARTA – Presiden Donald Trump menyatakan kemarahannya pada hari Senin atas klaim Rusia bahwa Ukraina melancarkan serangan drone ke salah satu kediaman resmi Vladimir Putin, menyebut serangan yang dituduhkan tersebut sebagai “tidak baik” dan memperingatkan bahwa serangan itu terjadi pada “periode waktu yang sensitif” untuk negosiasi perdamaian.
Berbicara kepada wartawan di kediamannya di Mar-a-Lago saat menjamu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Trump mengatakan Putin menginformasikan kepadanya tentang serangan yang dituduhkan tersebut selama panggilan telepon kedua mereka dalam dua hari. “Saya mengetahuinya dari Presiden Putin hari ini. Saya sangat marah tentang hal itu,” kata Trump. “Satu hal untuk bersikap ofensif, karena mereka bersikap ofensif. Hal lain adalah menyerang rumahnya. Ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan semua itu.
Klaim yang Saling Bertentangan Atas Dugaan Serangan
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menuduh bahwa Ukraina meluncurkan 91 drone jarak jauh ke kediaman Putin di Valdai di wilayah Novgorod pada Minggu malam, meskipun ia mengatakan pertahanan udara Rusia mencegat semua drone tersebut tanpa korban jiwa atau kerusakan. Yuri Ushakov, penasihat kebijakan luar negeri Kremlin, mengklaim Trump “terkejut” dan “marah” dengan informasi tersebut dan menyarankan hal itu akan mempengaruhi hubungan AS dengan Ukraina.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dengan tegas membantah tuduhan tersebut, menyebutnya “rekayasa total” dan “kebohongan khas Rusia”. “Rusia kembali beraksi, menggunakan pernyataan berbahaya untuk merusak semua pencapaian upaya diplomatik bersama kami dengan tim Presiden Trump,” tulis Zelenskyy di media sosial. Ia memperingatkan bahwa Rusia kemungkinan sedang mempersiapkan serangan ke Kyiv, mungkin menargetkan gedung-gedung pemerintahan.
Momentum Kesepakatan Damai Berisiko
Insiden yang diduga terjadi hanya beberapa jam setelah Trump dan Zelenskyy mengakhiri pertemuan hampir tiga jam di Mar-a-Lago pada hari Minggu, di mana kedua pemimpin mengindikasikan bahwa mereka “sangat dekat” untuk mencapai kesepakatan damai. Trump mengatakan mereka telah menyelesaikan sekitar 90% dari isu-isu yang kontroversial, meskipun konsesi teritorial dan jaminan keamanan tetap menjadi poin perdebatan.
Gedung Putih menggambarkan panggilan telepon Trump dengan Putin pada hari Senin sebagai “positif,” meskipun tidak memberikan rincian. Trump mengatakan pesannya kepada Putin adalah bahwa “kita harus membuat kesepakatan”.