GOLD COAST, AUSTRALIA – Tim Taekwondo Indonesia menutup rangkaian WT President’s Cup Oceania 2026 dan Australia Open 2026 dengan catatan positif setelah meraih medali perunggu dan perak dari sektor Kyorugi putra. Hasil ini menjadi modal penting dalam perburuan poin dunia sekaligus persiapan menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dan SEA Games Kuala Lumpur 2027.
Ajang yang berlangsung di Gold Coast Sports and Leisure Centre, Queensland, itu mempertemukan ratusan atlet elite dunia dalam persaingan ketat yang berlangsung pada 18–21 Juni 2026.
President’s Cup G3: Aziz Hidayat Persembahkan Perunggu
Pada WT President’s Cup Oceania 2026 yang berstatus Grade 3 (G3), Indonesia menurunkan empat atlet dengan komposisi terbatas. Namun, hasil paling menonjol datang dari kelas -54 kilogram melalui Aziz Hidayat Tumakaka.
Aziz tampil impresif sejak babak awal. Ia langsung menunjukkan dominasi saat menghadapi wakil Jepang, Ohara Keishin, di perempat final. Dua ronde berhasil dimenangkan Aziz dengan skor meyakinkan 20-12 dan 16-0, sekaligus memastikan tiket semifinal dan medali perunggu.
Di semifinal, Aziz menghadapi ujian lebih berat saat bertemu wakil Amerika Serikat, Gun Youngsuk Ethan. Pertandingan berlangsung ketat sejak awal. Aziz kalah tipis 8-9 di ronde pertama, sebelum kembali bersaing sengit namun akhirnya harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 16-12 di ronde kedua.
Meski gagal menembus final, Aziz tetap menjadi penyumbang medali pertama Indonesia di turnamen ini.
Perjuangan Tiga Atlet Lainnya
Di kelas -63 kilogram, Khavka Zhaviv membuka turnamen dengan kemenangan telak atas wakil tuan rumah Australia, Marthin Jack. Namun langkahnya terhenti di babak 16 besar setelah kalah dari atlet Chinese Taipei, Huang Cho Cheng.
Sementara itu, Mhd Raihan Fadhilah di kelas -80 kilogram harus tersingkir setelah duel tiga ronde melawan wakil Arab Saudi, Hamedi Tareq. Raihan sempat mencuri satu ronde, tetapi kehilangan momentum di dua ronde lainnya.
Di nomor Poomsae individu putra, M. Rizal belum berhasil melangkah jauh, meski tetap mendapat pengalaman bertanding di level internasional.
Pelatih: Fokus Bukan Hanya Medali
Manajer Pelatnas Taekwondo Indonesia, Adhy Ariansyah, menegaskan bahwa turnamen ini memiliki nilai strategis lebih dari sekadar hasil akhir.
“President Cup G3 merupakan bagian penting dari program Pelatnas Taekwondo Indonesia dalam rangka persiapan menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dan SEA Games Kuala Lumpur 2027,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pengalaman bertanding di level dunia.
“Selain mengejar prestasi, kami juga fokus pada penambahan poin ranking dunia dan jam terbang atlet,” tambahnya.
Australia Open G2: Aziz Tembus Final, Raih Perak
Momentum positif Indonesia berlanjut di Australia Open 2026 yang berstatus Grade 2 (G2). Lagi-lagi, Aziz Hidayat menjadi pusat perhatian setelah berhasil melangkah hingga partai final.
Aziz membuka perjalanan dengan kemenangan atas wakil Australia, Chau Nathan, di babak perempat final. Laga semifinal menjadi ujian mental sesungguhnya saat ia berhadapan dengan atlet Hong Kong, Chau Ngai Long.
Pertandingan berlangsung dramatis. Ronde pertama berakhir imbang 7-7, namun lawan unggul lewat hit point. Aziz membalas di ronde kedua dengan skor identik 15-15 dan kali ini berhasil menang melalui hit point. Di ronde ketiga, Aziz tampil agresif dan menang meyakinkan 23-12 untuk mengunci tiket final.
Di partai puncak, Aziz menghadapi wakil Brasil, De Moraes Giovanni Aubin. Pertandingan berlangsung ketat tiga ronde. Aziz sempat menyamakan kedudukan setelah kalah di ronde pertama, namun akhirnya harus puas dengan medali perak setelah tumbang tipis di ronde penentuan.
Catatan Positif Menuju Event Besar
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBTI, Pino Indra, menilai keikutsertaan di dua turnamen ini menjadi bagian penting dalam pembentukan tim nasional yang kompetitif.
“Ajang ini penting untuk meningkatkan ranking dunia dan jam terbang atlet senior seperti Aziz dan Raihan,” ujarnya.
Dengan hasil satu perunggu di G3 dan satu perak di G2, Indonesia menunjukkan progres di tengah persaingan ketat taekwondo dunia.
Modal Penting Menuju Asian Games
Meski belum meraih emas, performa Indonesia di Gold Coast menjadi sinyal positif. Konsistensi Aziz Hidayat Tumakaka dalam dua turnamen beruntun menunjukkan potensi besar untuk bersaing di level Asia bahkan dunia.
Rangkaian hasil ini sekaligus menjadi bahan evaluasi Pelatnas dalam mematangkan strategi menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dan SEA Games Kuala Lumpur 2027, di mana persaingan dipastikan akan semakin ketat dan menuntut performa terbaik dari setiap atlet.