BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperkuat kolaborasi dengan organisasi pendidikan Islam Mathla’ul Anwar melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berfokus pada pengembangan pendidikan dan pemberian beasiswa bagi siswa sekolah menengah. Program ini diproyeksikan mampu menjangkau hingga 80 ribu peserta didik yang berada di bawah naungan lembaga pendidikan Mathla’ul Anwar di Jawa Barat.
Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) Jazuli Juwaini dalam rangkaian Pelantikan PBMA dan Pengurus Pusat Muslimah Mathla’ul Anwar Masa Khidmat 2026–2031 di Gedung Pakuan, Sabtu (20/6/2026).
Kerja sama ini menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sinergi dengan lembaga pendidikan berbasis keagamaan yang memiliki jaringan luas di berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pendidikan harus menjadi fokus utama organisasi kemasyarakatan apabila ingin memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
“Hari ini saya sudah meminta untuk disiapkan MoU pengembangan pendidikan. Insya Allah akan ada dukungan beasiswa bagi peserta didik sekolah menengah yang berada di lingkungan Mathla’ul Anwar,” kata Dedi.
Menurut Dedi, kekuatan sebuah organisasi tidak hanya diukur dari jumlah anggota maupun luas jaringan yang dimiliki. Yang lebih penting adalah kemampuan organisasi dalam melahirkan generasi yang berilmu, berkarakter, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memandang sektor pendidikan sebagai investasi jangka panjang yang harus terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan.
Berdasarkan perhitungan awal pemerintah daerah, program beasiswa tersebut berpotensi menjangkau sekitar 70 ribu hingga 80 ribu siswa sekolah menengah yang tersebar di berbagai lembaga pendidikan Mathla’ul Anwar di Jawa Barat. Program ini diharapkan dapat membantu peserta didik melanjutkan pendidikan tanpa terkendala faktor ekonomi.
Dedi menilai lembaga pendidikan yang lahir dari organisasi kemasyarakatan memiliki peran penting dalam mendukung agenda pembangunan sumber daya manusia. Oleh sebab itu, sinergi yang dibangun tidak hanya berorientasi pada bantuan pendidikan, tetapi juga penguatan kualitas pembelajaran dan kaderisasi generasi muda.
“Organisasi akan tetap kuat jika konsisten membangun pendidikan dan melahirkan kader-kader yang bermanfaat bagi masyarakat. Pendidikan adalah investasi terbesar untuk masa depan bangsa,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga orientasi organisasi agar tetap berfokus pada pengabdian kepada masyarakat, pengembangan pendidikan, dan pembinaan kader yang mampu menjawab tantangan zaman.
Sementara itu, Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar Jazuli Juwaini menyambut baik komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendukung pengembangan pendidikan di lingkungan Mathla’ul Anwar. Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan menjadi salah satu agenda prioritas kepengurusan baru yang baru saja dilantik.
“Kami ingin berkontribusi lebih besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini menjadi energi baru bagi Mathla’ul Anwar untuk terus meningkatkan kualitas lembaga pendidikan yang kami miliki,” ujar Jazuli.
Ia menjelaskan bahwa sejak awal berdirinya, Mathla’ul Anwar memiliki akar yang kuat di bidang pendidikan. Saat ini organisasi tersebut mengelola ribuan satuan pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Dengan jaringan pendidikan yang luas tersebut, kebutuhan peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan kapasitas tenaga pendidik, serta perluasan akses pendidikan menjadi tantangan yang memerlukan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.
Menurut Jazuli, kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuka peluang yang lebih besar untuk memperkuat kualitas pendidikan sekaligus meningkatkan daya saing generasi muda di tengah perubahan global yang berlangsung semakin cepat.
Penandatanganan MoU ini menjadi salah satu agenda utama dalam pelantikan PBMA dan Pengurus Pusat Muslimah Mathla’ul Anwar Masa Khidmat 2026–2031 yang mengusung tema “Transformasi Mathla’ul Anwar: Dari Umat, untuk Bangsa”.
Tema tersebut mencerminkan komitmen organisasi untuk memperkuat peran pendidikan dan pengabdian sosial dalam mendukung pembangunan nasional, sekaligus menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat.
Melalui kerja sama ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Mathla’ul Anwar berharap dapat memperluas kesempatan belajar bagi generasi muda, meningkatkan kualitas pendidikan berbasis masyarakat, serta mempercepat lahirnya sumber daya manusia unggul yang mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun nasional.
Kolaborasi tersebut juga menegaskan bahwa investasi di bidang pendidikan tetap menjadi salah satu instrumen paling efektif dalam membangun masa depan bangsa, terutama ketika dilakukan melalui sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat yang memiliki jaringan pendidikan hingga ke tingkat akar rumput.


