JAKARTA – Kepala Direktorat Komunikasi Kepresidenan Türkiye, Burhanettin Duran, mengecam keputusan Israel yang mengakui Somaliland sebagai negara merdeka. Ia menilai langkah tersebut merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional sekaligus bentuk campur tangan dalam urusan dalam negeri Somalia.
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui platform media sosial X pada Jumat (26/12), Duran menegaskan keputusan Israel secara langsung menargetkan kedaulatan dan keutuhan wilayah Somalia. “Langkah ini semakin merusak keseimbangan yang rapuh di kawasan,” ujarnya, dilansir Anadolu, Selasa (30/12/2025).
Duran menyebut tindakan Israel sebagai sikap tidak bertanggung jawab dari pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang menurutnya memiliki catatan kelam terkait genosida dan pendudukan. Ia memperingatkan bahwa pengakuan terhadap Somaliland berpotensi mengganggu upaya menjaga perdamaian dan stabilitas di Tanduk Afrika.
“Saya percaya komunitas internasional harus mengambil sikap bersama terhadap inisiatif semacam ini yang berisiko meningkatkan ketegangan dan ancaman keamanan di Tanduk Afrika,” kata Duran.
Ia kembali menegaskan komitmen Ankara untuk mendukung Somalia. “Türkiye akan terus memberikan dukungan kuat terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah negara sahabat kami, Somalia,” ujarnya.
Sebelumnya pada Jumat, Israel resmi mengumumkan pengakuan terhadap Somaliland sebagai negara berdaulat. Wilayah tersebut mendeklarasikan pemisahan diri dari Somalia pada 1991 dan sejak itu berfungsi sebagai entitas de facto secara administratif, politik, dan keamanan, meski belum memperoleh pengakuan internasional.
Pemerintah Somalia menolak langkah Israel, menegaskan bahwa Somaliland tetap menjadi bagian integral dari wilayahnya, serta menyebut pengakuan atau kerja sama langsung dengan wilayah itu sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan dan persatuan nasional.
