BEIRUT, LEBANON – United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) menggelar upacara penghormatan militer bagi tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon selatan. Upacara berlangsung di Bandara Internasional Rafik Hariri, Lebanon, Jumat (3/4/2026).
Ketiga prajurit yang dianugerahi medali PBB dan medali Angkatan Bersenjata Lebanon (LAF) secara anumerta itu adalah Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadhon. Penghargaan diberikan sebagai bentuk pengakuan atas pengabdian mereka di bawah mandat UNIFIL.
Kepala Misi dan Komandan Pasukan UNIFIL, Mayor Jenderal Diodato Abagnara, memimpin langsung upacara tersebut. Ia menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga prajurit dan jajaran TNI.
“Mereka datang ke sini jauh dari rumah, dengan satu tujuan—untuk melayani perdamaian. Mereka melakukannya dengan berani. Mereka melakukannya dengan penuh kehormatan. Mereka melakukannya hingga akhir hayat.” kata Abagnara kepada wartawan.
Abagnara juga menyampaikan pesan khusus kepada keluarga ketiga prajurit yang gugur. “Tidak ada kata-kata yang dapat menghilangkan rasa sakit Anda. Tetapi ketahuilah ini, mereka tidak dilupakan. Mereka akan tetap menjadi bagian dari misi ini, bagian dari kita semua.” ucapnya.
Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Koordinator Khusus PBB untuk Lebanon Imran Riza, Brigjen Firas Tarchichi (mewakili Menteri Pertahanan Nasional Lebanon dan Komandan Angkatan Bersenjata Lebanon), Duta Besar Indonesia untuk Lebanon Dicky Komar, serta perwakilan Kontingen Indonesia UNIFIL.
Berdasarkan data UNIFIL dan Kementerian Pertahanan RI, Praka Farizal Rhomadhon gugur terlebih dahulu pada Minggu (29/3) akibat serangan artileri tidak langsung Israel di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan. Dua personel lainnya, Kapten Inf Zulmi dan Sertu Nur Ichwan, dikonfirmasi gugur pada Senin (30/3) seiring meningkatnya intensitas konflik antara Israel dan kelompok bersenjata di wilayah tersebut.