JAKARTA – Red Bull Rookies Cup (RBRC) musim 2025 telah berakhir dengan menggelar tujuh seri balapan, dan meskipun tak meraih gelar juara, pembalap muda asal Indonesia, Veda Ega Pratama, mengakhiri musim ini dengan hasil yang mengesankan. Dengan total 181 poin, Veda berada di posisi kedua, terpaut 55 poin dari juara musim ini, Brian Uriarte.
Veda sempat absen satu seri di Le Mans akibat cedera, namun mampu bangkit dan mencatatkan tiga kemenangan, dua posisi kedua, dan satu podium ketiga sepanjang musim. Meskipun ia sempat memiliki peluang besar untuk meraih gelar juara di seri pamungkas, segalanya berubah cepat di akhir pekan terakhir yang penuh drama.
Sebelum memasuki seri terakhir, gap antara Veda dan Uriarte hanya 22 poin, memberikan Veda harapan besar untuk merebut gelar juara. Bahkan, ia berhasil mencatatkan posisi kedua di kualifikasi meskipun sempat mengalami dua kecelakaan sebelumnya. Namun, nasib berkata lain ketika pada lap ke-11 Race 1, Veda terlibat insiden dengan Yaroslav Karpushin. Akibatnya, Veda gagal melanjutkan balapan, dan Uriarte pun otomatis meraih gelar juara setelah finis di posisi terdepan.
“Saya sedikit kurang beruntung. Saya merasa percaya diri sebelum balapan. Tapi ketika balapan dimulai, saya tidak tahu kenapa, tetapi semua pembalap menggila. Mereka tidak membiarkan saya melaju ke depan. Itulah balapan,” ujar Veda dengan penuh kekecewaan, dilansir dari Motorpsort.
“Cuma sedikit sial, saya crash karena pembalap lain menyenggol dan saya tidak bisa mengendalikan motor,” tambahnya.
Meski merasa kecewa, tekad Veda untuk bangkit semakin kuat. Apalagi, sang ayah, Sudarmono, hadir di paddock untuk menyaksikan perjuangan putranya yang tahun ini sudah memasuki tahun kedua di RBRC. Veda kembali menunjukkan semangat juang yang tinggi di Race 2, di mana ia sempat berada di posisi ketiga pada lap terakhir, hanya kalah dari Uriarte dan David Gonzalez. Sayangnya, di tikungan terakhir, Veda kehilangan podium ketiga setelah disalip Marco Morelli.
Kondisi semakin buruk bagi Veda setelah ia dijatuhi penalti tiga detik karena dianggap mengubah arah dengan tidak aman, yang membuatnya turun ke posisi kelima.
“Itu balapan bagus sekaligus sulit. Kondisinya sulit karena lintasan licin, dan beberapa tikungan ada jejak-jejak basah. Lap terakhir saya tidak terlalu bagus. Tapi, ini sangat penting agar saya bisa berada di posisi kedua dalam kejuaraan,” ujarnya tentang balapan yang penuh tantangan tersebut.
Veda menjelaskan lebih lanjut mengenai persiapannya, “Pada lap terakhir, saya membuat kesalahan kecil sebelum kembali ke jalur lurus dan tidak bisa mengambil slipstream dari dua pembalap di depan. Saya mengganti sprocket untuk balapan, untuk gigi rendah, dan saya menyentuh limiter lebih dari kemarin. Itu membantu saat melewati tikungan karena saya kesulitan di hari Sabtu.”
Sementara itu, rookie RBRC 2025, Muhammad Kiandra Ramadhipa, menunjukkan potensi besar dengan finis kelima dan ketujuh pada dua balapan di Misano. Pembalap berusia 15 tahun ini berhasil mengakhiri musim dengan peringkat kedelapan di klasemen akhir dengan 102 poin. Capaian terbaiknya musim ini adalah posisi kedua di Race 1 Sachsenring, menandai potensi besar di masa depan.
Meski Veda gagal meraih gelar, ia tetap menunjukkan kemampuan luar biasa dan konsistensi yang patut diapresiasi. Dengan pengalamannya yang semakin matang, peluang besar untuk masa depannya di dunia balap semakin terbuka lebar.