Niat hati menikmati kenyamanan mobil listrik yang dibeli secara tunai, influencer sekaligus food vlogger Aa Juju justru harus mengurut dada. Pengalaman buruknya saat mengendarai Hyundai Ioniq 5—mulai dari rentetan kendala teknis hingga perlakuan kurang menyenangkan dari layanan purnajual—viral di media sosial dan memicu respons resmi dari pihak pabrikan.
Melalui video berdurasi tiga menit yang diunggahnya, Aa Juju membeberkan kronologi masalah yang menimpa kendaraan listrik miliknya.
Rentetan Masalah: Eror Charging, Aki Soak, Hingga Solusi via ChatGPT
Daftar keluhan teknis yang dialami Aa Juju terbilang cukup panjang dan beruntun:
-
Fitur Fast Charging Eror: Fitur pengisian daya cepat mendadak tidak bisa digunakan. Meski sudah mendatangi Hyundai Motorstudio di Senayan Park dan mencoba beberapa lokasi SPKLU lain, masalah tetap tidak terpecahkan.
-
Mati Total dan Masalah Parkir Paralel: Keesokan harinya, mobil sama sekali tidak bisa dinyalakan hingga teknisi datang untuk mengganti aki 12V. Menurut mekanik, kebiasaan memarkir mobil secara paralel memicu fitur kelistrikan (seperti Bluelink) terus menyedot daya aki secara agresif saat tombol berada di posisi ACC.
-
Buku Panduan vs Realita: Dalam manual resmi Ioniq 5 memang dijelaskan bahwa jika mobil dimatikan dalam posisi gigi Netral (posisi ACC), pintu tidak dapat dikunci dan daya baterai 12V rentan habis jika dibiarkan terlalu lama.
-
Head Unit Mati dan Solusi Cerdas: Masalah belum selesai, layar head unit mobilnya mendadak mati. Kecewa karena mekanik bengkel yang datang dinilai kurang kompeten, masalah tersebut justru berhasil diselesaikan sendiri oleh Aa Juju setelah mencari panduan di ChatGPT.
Sempat Cekcok dengan Supervisor Dealer
Kekecewaan Aa Juju kian memuncak akibat respons layanan aftersales yang dinilainya acuh tak acuh. Pesan aduan pertamanya sempat tidak dibalas. Bahkan, ketika ia mendatangi dealer secara langsung untuk meminta pertanggungjawaban dari tenaga penjual (sales), ia justru terlibat adu mulut dengan seorang supervisor di tempat tersebut.
Klarifikasi dan Permohonan Maaf Resmi Hyundai Indonesia
Menanggapi gelombang kritik publik, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) akhirnya melayangkan permohonan maaf terbuka. Statement resmi tersebut disampaikan oleh Head of Brand Interactive HMID, Rouli Sijabat.
“Atas nama Hyundai Indonesia, kami menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas ketidaknyamanan dan situasi yang dialami oleh pelanggan kami, baik terkait pengalaman penggunaan produk maupun layanan dari tim sales & aftersales kami.
Kami telah menerima masukan tersebut dan saat ini tengah melakukan penanganan serta penelusuran secara menyeluruh untuk memastikan langkah penyelesaian terbaik bagi pelanggan,” demikian pernyataan Hyundai.




