JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi adanya laporan kasus Human Metapneumovirus (HMPV) di Indonesia.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, Widyawati, menegaskan masyarakat perlu waspada, namun tidak perlu panik terhadap penyebaran virus ini.
“Laporan hari ini ke Kementerian Kesehatan sudah ada beberapa anak yang terkena HMPV, dan kami terus menelusuri. Dan menurut pengamatan ini tidak hanya baru tahun ini saja, mengingat virus ini sudah tersebar lama sejak tahun 2001. Yang harus kita sampaikan di sini ke publik adalah tetap waspada dan tidak perlu panik. Tidak benar bahwa ini adalah virus baru,” ujar Widyawati pada Senin (6/1).
Sementara itu, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, Aji Santoso, menegaskan hingga saat ini belum ada larangan atau pembatasan perjalanan ke wilayah tertentu.
Aji menjelaskan, mayoritas kasus HMPV menunjukkan gejala ringan yang serupa dengan flu biasa.
Kasus HMPV Meledak di China
Kasus HMPV dilaporkan meningkat tajam di China dalam beberapa bulan terakhir. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) China mencatat adanya lonjakan kasus pada anak-anak di bawah usia 14 tahun, khususnya di wilayah utara negara tersebut.
Data CDC China pada Kamis (26/12) menunjukkan tren peningkatan kasus selama pekan 16-22 Desember 2024. Gejala infeksi HMPV dilaporkan mirip dengan Covid-19, namun umumnya tidak berbahaya.
Gejala HMPV dan Risiko Kesehatan
Berdasarkan informasi dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) AS, gejala HMPV meliputi batuk, demam, hidung tersumbat, dan sesak napas.
“Gejala klinis infeksi HMPV dapat berkembang menjadi bronkitis atau pneumonia dan serupa dengan virus lain yang menyebabkan infeksi pernapasan atas dan bawah,” ungkap situs resmi CDC.
HMPV Bukan Virus Baru
HMPV bukanlah virus baru. Virus ini pertama kali ditemukan pada 2001 dan termasuk dalam famili Pneumoviridae, yang juga mencakup virus RSV (Respiratory Syncytial Virus). Di negara beriklim empat musim, HMPV biasanya menyebar mulai musim dingin hingga musim semi.
Meskipun demikian, pemerintah Indonesia mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala yang mengkhawatirkan.