Tahukah Anda bahwa kendaraan roda empat pertama di dunia dan mobil pertama yang mendarat di bumi Nusantara sama-sama menyandang lambang bintang tiga sudut khas Mercedes-Benz?
Mengusung tema 140 Years of Innovation pada gelaran GIIAS 2026, Mercedes-Benz Indonesia memamerkan rekam jejak panjangnya sebagai arsitek utama industri otomotif global. Bukan sekadar memajang lini kendaraan mewah masa kini, Mercedes-Benz berkolaborasi dengan Museum Nasional Indonesia untuk mendatangkan replika Benz Patent-Motorwagen—sebuah simbol bersejarah yang menandai awal mulanya peradaban mobilitas modern.
“Banyak fitur dan teknologi yang hari ini dianggap sebagai standar wajib sebuah mobil sebenarnya berakar dari inovasi Mercedes-Benz. Melalui GIIAS 2026, kami mengajak masyarakat menengok kembali perjalanan ini—mulai dari mobil pertama di dunia, mobil pertama di Indonesia, hingga deretan fitur keselamatan mutakhir,” ujar Donald Rachmat, CEO Mercedes-Benz Indonesia.
The World’s First Automobile: Langkah Awal Karl & Bertha Benz
Sejarah mencatat tahun 1886 sebagai titik balik dunia mobilitas ketika Karl Benz mendaftarkan paten untuk Benz Patent-Motorwagen. Kendaraan roda tiga inilah yang diakui secara resmi sebagai mobil pertama di dunia.
Keunggulan inovasi tersebut dibuktikan secara radikal oleh sang istri, Bertha Benz, lewat perjalanan darat jarak jauh pertama dalam sejarah dari Mannheim menuju Pforzheim. Aksi berani tersebut membuktikan kepada publik bahwa kendaraan bermotor bukan sekadar eksperimen laboratorium, melainkan solusi mobilitas masa depan.
The First Automobile in Indonesia: Milik Sri Susuhunan Pakubuwono X
Hubungan Mercedes-Benz dan Indonesia ternyata telah terjalin sangat erat sejak era pra-kemerdekaan. Pada tahun 1894—jauh sebelum mayoritas penduduk Nusantara mengenal mesin beroda—sebuah Benz Victoria Phaeton resmi mengaspal di Tanah Air.
Mobil tersebut diimpor langsung dan dimiliki oleh Raja Surakarta, Sri Susuhunan Pakubuwono X. Catatan ini menempatkan Indonesia ke dalam peta sejarah otomotif dunia sejak era awal, jauh sebelum kendaraan bermotor menjadi komoditas masal.
Standar Keselamatan Dunia yang Lahir dari Pabrikan Stuttgart
Selain memelopori bentuk fisik mobil, Mercedes-Benz merupakan perancang berbagai standar keselamatan pasif dan aktif yang kini digunakan oleh hampir seluruh produsen otomotif global:
-
Crumple Zone (1959): Sebelum era ini, bodi mobil dibuat sangat kaku. Mercedes-Benz merancang konsep “zona benturan” yang disengaja meliuk untuk menyerap energi benturan guna melindungi ruang kabin penumpang.
-
Anti-lock Braking System / ABS (1978): Sistem rem anti-terkunci yang memungkinkan pengemudi tetap bisa mengendalikan arah kemudi meski melakukan pengereman mendadak.
-
Driver Airbag & Seatbelt Pretensioner (1981): Mercedes-Benz menjadi produsen pertama yang menggabungkan sabuk pengaman berkunci otomatis dengan kantong udara (airbag) keselamatan pengemudi secara bersamaan.
-
Electronic Stability Program / ESP® (1995): Bekerja sama dengan Bosch, fitur ini secara otomatis menjaga stabilitas kendaraan saat mendeteksi gejala selip atau kehilangan traksi.
-
PRE-SAFE® (2002): Teknologi keselamatan prediktif yang mampu mendeteksi potensi kecelakaan dalam hitungan milidetik sebelum benturan terjadi, lalu secara otomatis mengencangkan sabuk pengaman dan menutup jendela demi meminimalkan risiko cedera.