Raksasa teknologi Apple secara resmi menginjakkan kakinya di industri ponsel lipat melalui perhelatan “Surprise and Shine” pada Selasa (9/9/2026). Di bawah kepemimpinan CEO anyar John Ternus, perusahaan meluncurkan gawai lipat perdana dengan nama resmi iPhone Duo.
Merujuk data di situs resmi Apple, perangkat berkonsep lipat buku (book-style) ini mengusung dua panel layar: layar luar berukuran 5,4 inci serta layar fleksibel utama membentang 7,6 inci saat dibuka penuh. Apple mengklaim iPhone Duo sebagai lini iPhone paling tipis yang pernah diproduksi.
Untuk menjamin ketahanan fisik, pabrikan merancang bodi iPhone Duo menggunakan Titanium Grade 5 serta engsel presisi tinggi yang dibekali material serat karbon dan dukungan algoritma artificial intelligence (AI) khusus.
Sorotan Tajam Netizen Soal Crease Layar dan Desain
Kendati menandai lompatan inovasi besar bagi Apple, kemunculan iPhone Duo tidak sepenuhnya mendapat sambutan hangat dari kalangan antusias teknologi.
Di platform Reddit dan X (Twitter), gumpalan kritik pedas langsung mencuat, terutama menyoroti garis bekas lipatan (crease) di bagian tengah layar dalam yang dinilai cukup kasat mata.
Gelombang skeptisisme ini sempat memuncak usai kanal YouTube Unbox Therapy memamerkan maket prototipe buatan produsen Tiongkok yang sangat mirip dengan wujud asli iPhone Duo.
“Saya rasa Apple tidak perlu ikut-ikutan membuat ponsel lipat. Masalah utama ponsel lipat adalah estetika layarnya yang rentan terlihat mengganggu dan belum tentu menjawab kebutuhan pasar secara krusial,” cetus salah satu pengguna Reddit dalam unggahan viral.
Banderol Fantastis Hingga Rp56 Juta Jadi Ujian CEO Baru
Selain persoalan estetika layar fleksibel, faktor harga yang melambung tinggi menjadi tantangan berat tersendiri. Apple mematok iPhone Duo mulai harga 1.999 dolar AS hingga 3.199 dolar AS (sekitar Rp35 juta hingga Rp56 juta) untuk varian tertinggi berkapasitas 2TB.
Angka tersebut menobatkan iPhone Duo sebagai lini ponsel paling mahal dalam sejarah komersial Apple.
Laporan Reuters menyebutkan bahwa penetapan harga premium ini bakal menjadi ujian perdana bagi kepemimpinan John Ternus dalam meyakinkan pasar global bahwa perangkat lipat di atas batas psikologis 2.000 dolar AS tetap relevan untuk dimiliki.
Di tengah polemik harga dan kritik desain, proyeksi industri tetap mengunggulkan langkah Apple. Lembaga riset pasar IDC memprediksi Apple berpeluang menguasai hingga 40 persen pangsa pasar ponsel lipat global pada 2027, memangkas dominasi Samsung dan Huawei yang telah lebih dulu menguasai segmen ini.
Sesi pemesanan awal (pre-order) untuk iPhone Duo dijadwalkan mulai dibuka pada 16 Oktober 2026, sebelum secara resmi dipasarkan di jaringan Apple Store pada 23 Oktober 2026.