Perayaan Imlek atau Tahun Baru Imlek (Tahun Baru China) selalu identik dengan warna merah, angpao, hidangan lezat, dan tentu saja buah-buahan segar yang disusun cantik di meja. Bagi masyarakat Tionghoa (dan komunitas peranakan di Indonesia), buah bukan sekadar camilan atau dekorasi, melainkan simbol mendalam yang diyakini membawa hoki, kemakmuran, kesehatan, dan keharmonisan keluarga di tahun baru.
Tradisi ini berasal dari kepercayaan bahwa buah-buahan berwarna cerah (terutama kuning/oranye/merah) menyerupai matahari, emas, dan energi positif, sehingga wajib hadir sebagai persembahan atau hidangan utama saat berkumpul keluarga.
Berikut daftar buah wajib yang hampir selalu ada di meja Imlek beserta makna simbolisnya:
1. Jeruk Mandarin / Jeruk Keprok / Jeruk Kecil
Buah paling ikonik dan wajib utama saat Imlek. Dalam bahasa Kanton disebut “gam” atau “kat”, yang terdengar mirip dengan kata “emas” dan “berkat”. Warna oranye cerahnya melambangkan kekayaan, keberuntungan, dan kemakmuran sepanjang tahun. Biasanya disajikan dalam jumlah genap (8 atau 10 buah) dan sering dibawa sebagai oleh-oleh saat berkunjung ke rumah saudara.
2. Jeruk Bali (Pomelo)
Buah besar berbentuk bulat ini disebut “yau” atau “you zi” dalam bahasa Mandarin, yang berarti “melindungi” atau “menjaga”. Melambangkan kebersamaan keluarga, perlindungan dari sial, dan reuni yang harmonis. Ukuran besarnya juga melambangkan kelimpahan rezeki.
3. Apel Merah
Dalam bahasa Mandarin disebut “ping guo”, yang terdengar seperti “ping an” (kedamaian). Apel merah melambangkan kedamaian, kesehatan, dan keharmonisan rumah tangga. Warnanya yang merah cerah juga sesuai dengan tema warna Imlek yang membawa energi positif.
4. Nanas
Dalam dialek Hokkien disebut “ong lai”, yang berarti “kemakmuran datanglah”. Bentuknya yang mirip mahkota atau batang emas melambangkan kekayaan dan keberuntungan yang terus datang. Nanas sering diletakkan di tengah meja atau dijadikan hiasan.
5. Anggur
Buah ini melambangkan kesuburan, kelimpahan, dan rezeki yang berlimpah (karena banyak biji dan buahnya bergerombol). Anggur juga dianggap membawa umur panjang dan kebahagiaan keluarga. Biasanya disajikan dalam tandan besar untuk menunjukkan kemakmuran.
6. Pisang Raja
Dalam bahasa Mandarin disebut “xiang jiao” yang terdengar seperti “mengundang keberuntungan” atau “selalu bersama”. Pisang melambangkan persatuan keluarga, kesetiaan, dan keberuntungan yang terus mengalir. Bentuknya yang melengkung juga dianggap membawa energi positif.
7. Delima
Buah dengan banyak biji merah ini melambangkan kesuburan, keturunan banyak, kemakmuran, dan keberuntungan. Warna merahnya sangat sesuai dengan semangat Imlek.
8. Buah Naga (opsional tapi populer di Indonesia)
Di kalangan peranakan Indonesia, buah naga sering ditambahkan karena warnanya merah cerah (melambangkan keberuntungan) dan namanya yang unik. Buah ini juga dianggap membawa energi positif dan kesehatan.
Tips Menyajikan Buah Saat Imlek
- Susun buah dalam piring bundar atau keranjang merah agar terlihat melimpah.
- Pilih buah segar, utuh, dan berwarna cerah (hindari buah yang sudah busuk atau cacat).
- Jumlah buah biasanya genap (simbol keseimbangan) atau kelipatan 8 (simbol kemakmuran).
- Selain dimakan, buah sering dijadikan hiasan meja, persembahan leluhur, atau oleh-oleh saat berkunjung.