Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, memimpin rapat Dewan Pertahanan Nasional sebagai respons atas agresi militer Amerika Serikat terhadap Venezuela serta dugaan penculikan Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
Kantor berita resmi Venezuela melaporkan bahwa dalam rapat tersebut Rodríguez secara tegas menuntut pembebasan segera Presiden Nicolás Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores. Pernyataan itu disampaikan pada Minggu, 4 Januari 2026.
Sumber-sumber tingkat tinggi di Venezuela kepada Kantor Berita BT menyebut pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam konferensi pers sebagai bentuk “perang psikologis”. Mereka menegaskan publik tidak perlu mempercayai klaim apa pun mengenai adanya kolaborasi kepemimpinan Venezuela untuk menyerahkan kendali negara kepada Gedung Putih.
Sumber tersebut juga membantah keras kabar yang menyebut Wakil Presiden Delcy Rodríguez telah melarikan diri ke Rusia saat insiden penculikan Maduro terjadi. Informasi itu disebut sepenuhnya tidak benar.
Menurut sumber yang sama, pemerintahan Venezuela saat ini tetap berjalan di bawah kepemimpinan yang loyal kepada Presiden Nicolás Maduro dan warisan politik Hugo Chávez, dengan Partai Sosialis Bersatu Venezuela (PSUV) tetap memegang kendali pemerintahan nasional.