Beredar video viral di media sosial yang memperlihatkan aksi mencurigakan seorang pria membawa benda diduga senjata api (senpi) di Jalan Raya Parung–Ciputat, tepatnya di kawasan dekat Flyover Gaplek arah Ciputat, Tangerang Selatan. Kejadian tersebut berlangsung pada Senin (10/8/2026) dan mendadak membuat resah para pengguna jalan.
Dalam rekaman video yang diunggah akun Instagram @infotangselpride, pria berjaket abu-abu dan bertopi tersebut tampak berdiri di dekat tembok sambil memegang benda mirip senjata api. Menurut narasi perekam, pria tersebut berjalan dengan gestur aneh hingga sempat melakukan gerakan seolah sedang mengintai di dekat sebuah masjid.
Perekam yang berada di dalam mobil mengaku tak berani menegur karena merasa terancam, sehingga hanya sempat mengambil rekaman singkat sebelum melanjutkan perjalanan.
Polisi Identifikasi Pelaku dan Verifikasi Benda Diduga Senpi
Menanggapi keresahan warga, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Tangerang Selatan bergerak cepat menyelidiki insiden tersebut. Kapolres Tangerang Selatan, Kombes Pol Boy Jumalolo, mengonfirmasi bahwa tim penyidik sedang di lapangan untuk memverifikasi kebenaran informasi dan mendalami jenis benda yang dibawa pria tersebut.
“Dari Polres sudah kita cek dan verifikasi. Saat ini masih dalam tahap penyelidikan,” kata Boy saat memberikan keterangan di Mapolresta Tangerang Selatan, Selasa (11/8/2026).
Boy menerangkan bahwa pihak kepolisian belum dapat menyimpulkan apakah benda tersebut merupakan senjata api rakitan/pabrikan asli, airsoft gun, atau benda lain yang menyerupai senjata. Identitas pria dalam video tersebut juga masih terus ditelusuri oleh petugas gabungan dari Polres dan Polsek setempat.
“Masih kita identifikasi, apakah itu benar senjata api, senjata jenis lain, atau bukan senjata api sama sekali. Jika hasil penyelidikan dan verifikasi sudah rampung, secepatnya akan kami rilis ke publik,” tambahnya.
Imbauan Agar Masyarakat Bijak Menggunakan Media Sosial
Di tengah proses penyelidikan yang berjalan, Kombes Pol Boy Jumalolo turut memberikan imbauan mendalam kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya warga Tangerang Selatan, agar tidak serta-merta menyebarkan narasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Ia menekankan pentingnya menyaring informasi sebelum membagikannya ke media sosial demi mencegah timbulnya kepanikan massal atau asumsi liar di tengah publik.
“Saya mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Perhatikan betul kebenaran informasi yang disampaikan agar tidak menimbulkan salah persepsi di mata masyarakat,” pungkas Boy.


