JAKARTA – Pola makan berperan penting dalam menjaga keseimbangan metabolisme dan daya tahan tubuh. Namun, konsumsi makanan yang tidak tepat justru dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, termasuk penyakit autoimun.
Autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh keliru menyerang sel-sel sehat. Sejumlah penelitian menunjukkan adanya kaitan antara kondisi ini dengan peradangan kronis, terutama yang berdampak pada kesehatan usus. Salah satu pemicunya adalah asupan makanan dan minuman yang mengandung zat berbahaya bagi tubuh.
Berikut tujuh jenis makanan yang sebaiknya dihindari untuk mencegah risiko autoimun:
1. Produk Olahan Susu
Susu dikenal sebagai bahan proinflamasi yang dapat memicu peradangan, terutama pada penderita autoimun.
Menurut laman Nourish, protokol diet autoimun menyarankan eliminasi produk susu karena tingkat intoleransinya yang tinggi.
2. Garam
Kandungan natrium yang tinggi dalam garam dapat meningkatkan tekanan darah, retensi cairan, dan peradangan.
Konsumsi garam berlebih juga dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit autoimun. Disarankan mengganti garam dengan rempah rendah natrium.
3. Daging Merah
Meski kaya protein, konsumsi daging merah secara berlebihan dapat memperburuk peradangan.
Sebuah studi tahun 2012 menyebutkan bahwa protein hewani dapat memperparah kondisi autoimun seperti artritis reumatoid.
Alternatifnya, konsumsi protein nabati seperti lentil dan kacang-kacangan.
4. Gorengan
Makanan yang digoreng mengandung lemak jenuh dan trans yang bersifat proinflamasi.
Kandungan ini dapat memperburuk gejala autoimun dan berdampak negatif pada kesehatan secara keseluruhan.
5. Gula
Gula memang menjadi sumber energi, namun konsumsi berlebih dapat memicu peradangan dan memperparah gejala autoimun.
Selain itu, gula juga berkontribusi terhadap obesitas dan diabetes tipe 2.
6. Makanan Olahan dan Cepat Saji
Makanan seperti mi instan dan ikan kaleng mengandung lemak dan natrium tinggi yang dapat memicu peradangan.
Konsumsi rutin makanan jenis ini berisiko memperburuk kondisi autoimun.
7. Gluten
Gluten adalah protein yang ditemukan dalam gandum, jelai, dan gandum hitam.
Bagi sebagian orang, gluten dapat merusak lapisan usus dan memicu reaksi autoimun.
Disarankan memilih produk bebas gluten untuk mengurangi risiko.
Menjaga pola makan sehat dan menghindari makanan pemicu peradangan merupakan langkah penting dalam mencegah dan mengelola penyakit autoimun. Kombinasikan dengan olahraga teratur dan gaya hidup seimbang untuk hasil yang optimal.
(Maharani Dwi Puspita Sari)