JAKARTA – Putri Ridwan Kamil dan Atalia Praratya, Camillia Laetitia Azzahra atau Zara, menjadi sorotan publik usai dirumorkan berpindah keyakinan. Isu ini ramai dibicarakan warganet beberapa hari belakangan, terutama setelah perayaan ulang tahunnya yang ke-21.
Tanpa memberikan klarifikasi verbal, Zara memilih untuk membantah rumor tersebut dengan cara yang tenang namun jelas. Melalui unggahan di media sosial, perempuan berusia 21 tahun itu memperlihatkan dirinya berada di Seoul Central Masjid, Korea Selatan.
Dalam sejumlah foto yang diunggah, Zara menunjukkan bagian luar masjid yang bertuliskan kalimat “Allahu Akbar”, serta pintu masuk bertuliskan “Women’s Prayer Room”. Ia juga membagikan suasana di dalam masjid, termasuk area tempat salat berkarpet merah, menandakan bahwa ia benar-benar memasuki dan melaksanakan ibadah di tempat tersebut.
Unggahan itu secara tidak langsung menjadi bantahan halus terhadap rumor pindah agama yang sempat beredar luas.
Awal Mula Rumor: Kata “Tuhanmu” yang Disalahartikan
Rumor mengenai Zara berpindah keyakinan berawal dari unggahan sang ibu, Atalia Praratya, saat memberikan ucapan ulang tahun ke-21 untuk Zara. Dalam pesan yang dibagikan, Atalia menuliskan:
“Kamu adalah alasan kenapa mama sekuat hari ini, selamat ulang tahun ke-21 Zara sayang. Tetaplah ceria seperti namamu, bertumbuhlah dengan indah, tangguhlah dalam setiap badai, dan jadilah yang terbaik menurut versimu dan Tuhanmu. Love you endlessly.”
Kata “Tuhanmu” dalam kalimat tersebut kemudian dipelintir sebagian netizen sebagai isyarat perbedaan keyakinan antara Atalia dan Zara. Padahal, dalam bahasa Indonesia, kata “Tuhan” bersifat universal dan digunakan lintas agama untuk menyebut Zat Yang Maha Kuasa.
Spekulasi liar pun bermunculan, terutama karena tidak adanya penyebutan langsung “Allah” dalam ucapan tersebut. Namun unggahan Zara dari masjid di Seoul menjadi penegasan kuat bahwa isu tersebut tidak berdasar.
Tanpa perlu mengeluarkan pernyataan panjang, Zara memilih menjawab isu sensitif ini dengan tindakan nyata. Foto-fotonya di masjid menjadi bukti bahwa dirinya tetap menjalankan ibadah sesuai keyakinan Islam.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat penting bagi publik untuk tidak mudah menyimpulkan sesuatu dari bahasa yang multitafsir, serta lebih bijak dalam mengonsumsi dan menanggapi unggahan di media sosial.