Siapa sangka, sosok yang dulu memuncaki tangga lagu nasional bersama Duo Ratu, kini punya “panggung” baru yang tak kalah menghasilkan. Pinkan Mambo kembali membetot perhatian publik setelah memutuskan terjun total sebagai host di platform TikTok dengan konsep yang sangat berani: ngamen langsung di pinggir jalan raya.
Bertempat di kawasan Sepatan, Tangerang, pada Rabu (1/4/2026), Pinkan terlihat tampil nyentrik di bawah terik matahari. Mengusung konsep ala hiburan rakyat, ia bernyanyi dan menari demi menjaring “saweran digital” dari para pengikutnya.
Cuan Fantastis di Balik Peluh
Meski aksi ini terlihat nekat bagi seorang pesohor, hasil yang dikantongi Pinkan ternyata jauh melampaui ekspektasi. Hanya dalam hitungan jam, pundi-pundi rupiah mengalir deras ke kantongnya melalui fitur gift di TikTok.
“Hari ini saja sudah tembus Rp26 juta. Itu hanya dari jam setengah 12 siang sampai jam 3 sore,” ungkap Pinkan dengan bangga saat ditemui di sela-sela aksinya.
Ia membandingkan dirinya dengan penyanyi dangdut keliling yang tampil all-out dengan kostum mencolok dan gaya yang atraktif. Namun, Pinkan menegaskan bahwa pendapatannya tidak selalu “hijau”. Ada kalanya ia harus menelan pil pahit saat penonton loyal sedang sepi.
One Woman Show: Dari Penyanyi Hingga DJ
Menariknya, Pinkan menjalankan operasional “konser jalanan” ini seorang diri tanpa bantuan asisten atau kru. Ia melakoni peran ganda demi menghemat biaya sekaligus menjaga kualitas hiburan yang ia sajikan.
Rincian Peran Mandiri Pinkan Mambo:
-
Penyanyi & Dancer: Menghibur secara fisik di depan kamera.
-
DJ & Penata Musik: Mengatur sendiri playlist lagu yang diputar.
-
Kameramen: Memastikan sudut pandang live tetap menarik bagi penonton.
-
Marketing & Promosi: Berinteraksi langsung untuk memancing gift besar.
“Tergantung sawerannya. Kadang sudah nyanyi sampai gempor (kelelahan) cuma dapat Rp2 juta. Tapi buat aku, sejuta atau dua juta itu sudah lumayan banget, sudah bikin nangis saking syukurnya,” pungkasnya.
Keputusan Pinkan untuk “turun ke jalan” ini menjadi bukti bahwa di era digital, panggung bisa berada di mana saja, asalkan ada mental baja dan kreativitas tanpa batas.