JAKARTA – 15 September 1940 menjadi salah satu tanggal penting dalam sejarah Perang Dunia II.
Pada hari tersebut, Angkatan Udara Nazi Jerman atau Luftwaffe melancarkan serangan besar-besaran ke wilayah Inggris dalam rangkaian Battle of Britain.
Serangan tersebut menjadi salah satu pertempuran udara terbesar dalam kampanye tersebut.
Royal Air Force (RAF) berhasil menghadapi serangan Luftwaffe dan memberikan kekalahan penting kepada pasukan udara Jerman.
Sejak saat itu, 15 September diperingati sebagai Battle of Britain Day.
Royal Air Force menyebut peristiwa tersebut sebagai salah satu titik balik penting dalam pertempuran yang berlangsung pada 1940.
Luftwaffe Lancarkan Serangan Besar
Pada 15 September 1940, Luftwaffe mengerahkan kekuatan besar untuk menyerang wilayah tenggara Inggris.
Sasaran utamanya adalah melemahkan RAF dan membuka jalan bagi rencana invasi Jerman ke Inggris.
Imperial War Museums mencatat bahwa serangkaian serangan udara Jerman pada hari itu diarahkan ke Inggris bagian selatan.
Namun, Luftwaffe mendapati kekuatan RAF masih lebih besar dari perkiraan mereka.
Pertempuran berlangsung sengit di udara. Pesawat tempur RAF, termasuk Spitfire dan Hurricane, berusaha mencegat pesawat-pesawat Jerman sebelum mencapai sasaran.
RAF Berhasil Memukul Mundur Luftwaffe
Royal Air Force mencatat 15 September sebagai salah satu hari ketika Luftwaffe mengalami kerugian besar.
Kekalahan tersebut menjadi salah satu faktor penting yang membuat rencana Jerman untuk menguasai wilayah udara Inggris semakin sulit diwujudkan.
Pada puncak Battle of Britain, RAF memiliki sekitar 749 pesawat tempur yang tersedia, sedangkan Luftwaffe memiliki sekitar 2.550 pesawat yang dapat digunakan.
Meski kalah dalam jumlah, RAF mampu memanfaatkan sistem pertahanan udara Inggris untuk mendeteksi dan menghadapi serangan Jerman.
Sistem pertahanan tersebut dikenal sebagai Dowding System, yang mengintegrasikan radar, pusat pengendalian, serta informasi pengamatan untuk mengarahkan pesawat tempur RAF menuju posisi pesawat musuh.
Battle of Britain Berlangsung Lebih dari Tiga Bulan
Battle of Britain berlangsung dari 10 Juli hingga 31 Oktober 1940.
Pertempuran tersebut menjadi salah satu konflik udara paling penting dalam Perang Dunia II karena untuk pertama kalinya sebuah kampanye militer besar berlangsung sepenuhnya di udara.
RAF menyebut sebanyak 2.945 personel udara bertempur sebagai bagian dari RAF selama Battle of Britain.
Sebanyak 544 awak udara RAF tewas dalam pertempuran tersebut, sementara 312 personel RAF lainnya meninggal dalam serangan terhadap fasilitas di darat.
Kegagalan Luftwaffe menguasai wilayah udara Inggris pada akhirnya membuat rencana invasi Jerman semakin sulit dilakukan.
Imperial War Museums mencatat kemenangan RAF dalam Battle of Britain membuat invasi Jerman ke Inggris menjadi hampir mustahil.
Mengapa 15 September Diperingati?
Tanggal 15 September kemudian dipilih sebagai Battle of Britain Day karena dianggap sebagai salah satu titik paling menentukan dalam pertempuran tersebut.
Pada hari itu, Luftwaffe melancarkan serangan besar dengan harapan dapat menghancurkan kekuatan RAF.
Namun, RAF berhasil bertahan dan memberikan perlawanan kuat.
Peringatan Battle of Britain Day terus dilakukan hingga sekarang untuk mengenang para penerbang dan personel yang mempertahankan Inggris selama pertempuran tersebut.
RAF menyebut tanggal 15 September sebagai momentum untuk mengenang pengorbanan mereka yang terlibat dalam Battle of Britain.***