Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UK Health Security Agency/UKHSA) pada Kamis mengonfirmasi bahwa 36 anak di seluruh Inggris Raya mengalami gejala yang konsisten dengan keracunan toksin cereulide setelah mengonsumsi susu formula bayi yang ditarik dari peredaran oleh Nestlé dan Danone.
Meski sejumlah bayi sempat menjalani perawatan di rumah sakit, seluruhnya kini telah pulih dan kembali ke rumah, demikian dilaporkan Sky News.
Kasus-kasus tersebut tersebar di berbagai wilayah, dengan 24 laporan di Inggris, tujuh di Skotlandia, tiga di Wales, satu di Irlandia Utara, serta satu dari Crown Dependencies.
Gejala yang muncul umumnya berupa muntah, kram perut, dan diare, yang terjadi dalam rentang 15 menit hingga enam jam setelah konsumsi dan biasanya mereda dalam waktu kurang dari 24 jam.
Sumber Kontaminasi Dilacak ke Pemasok di Tiongkok
Investigasi awal menunjukkan bahwa kontaminasi berasal dari minyak asam arakidonat, salah satu bahan utama dalam susu formula bayi. Bahan tersebut dipasok oleh Cabio Biotech, perusahaan berbasis di Wuhan, Tiongkok, dan digunakan oleh berbagai produsen besar untuk mendukung pertumbuhan bayi.
Nestlé lebih dulu melakukan penarikan produk secara pencegahan terhadap beberapa batch SMA Infant Formula pada 5 Januari, yang kemudian diperluas pada 9 Januari. Danone menyusul pada 24 Januari dengan menarik satu batch Aptamil First Infant Formula. Secara global, penarikan ini kini berdampak pada produk di lebih dari 60 negara.
Badan Standar Pangan Inggris (Food Standards Agency/FSA) mengimbau orang tua yang memiliki produk terdampak untuk segera menghentikan penggunaannya. Orang tua juga diminta menghubungi dokter umum atau NHS 111 jika bayi telah mengonsumsi formula tersebut.
Sementara itu, bagi bayi yang menggunakan formula khusus atas resep dokter, FSA menyarankan konsultasi dengan tenaga medis sebelum mengganti merek.
Kekhawatiran Meluas ke Level Internasional
Dampak kasus ini tidak hanya dirasakan di Inggris. Di Prancis, otoritas kesehatan tengah menyelidiki kematian dua bayi yang diketahui mengonsumsi susu formula yang sama, meskipun kementerian kesehatan setempat menyatakan belum ditemukan hubungan kausal langsung.
Sebagai langkah pencegahan, Prancis telah memperketat batas aman kandungan cereulide dalam susu formula bayi, menurunkan ambang batas menjadi 0,014 mikrogram per kilogram berat badan.
Otoritas Keamanan Pangan Eropa menegaskan bahwa meskipun dampak kesehatan cereulide umumnya dikategorikan rendah hingga sedang, bayi baru lahir dan bayi di bawah enam bulan menghadapi risiko lebih tinggi mengalami kondisi serius, terutama akibat dehidrasi parah dari muntah berulang.
UKHSA juga mengingatkan bahwa meski kasus berat tergolong langka, secara global telah dilaporkan cedera hati dan ginjal, kerusakan otot, hingga kegagalan multi-organ akibat paparan toksin ini. Hingga kini, FSA masih melanjutkan penyelidikan bersama mitra internasional untuk memastikan sumber kontaminasi dan mencegah kejadian serupa terulang.