JAKARTA – Chelsea berhasil melaju ke babak 16 besar Carabao Cup 2026/2027 setelah mengalahkan Leeds United 6-3 di Stamford Bridge, Kamis (10/9/2026) dini hari WIB. The Blues sempat tertinggal dua gol sebelum membalikkan keadaan lewat penampilan agresif di babak kedua.
Leeds lebih dulu membuka keunggulan melalui Tarik Muharemovic pada menit ke-23. Memasuki awal babak kedua, Brenden Aaronson menggandakan keunggulan tim tamu sehingga Chelsea berada dalam posisi tertinggal 0-2.
Namun, situasi berubah drastis setelah Chelsea mendapatkan penalti pada menit ke-53. Cole Palmer yang menjadi eksekutor sukses memperkecil ketertinggalan.
Hanya berselang dua menit, Palmer kembali mencatatkan namanya di papan skor. Gol tersebut membuat Chelsea menyamakan kedudukan 2-2 sekaligus mengubah momentum pertandingan.
Pedro Neto kemudian membawa Chelsea berbalik unggul sebelum Danny Welbeck memperlebar jarak menjadi 4-2. Leeds sempat memperkecil skor melalui Dominic Calvert-Lewin, tetapi Valentin Barco dan Welbeck kembali mencetak gol untuk memastikan kemenangan Chelsea 6-3.
Pergantian Pemain Mengubah Permainan Chelsea
Salah satu faktor utama kemenangan Chelsea adalah keputusan Xabi Alonso melakukan empat pergantian pemain saat jeda.
Alonso sebelumnya menurunkan tim yang mengalami sembilan perubahan dari pertandingan sebelumnya. Strategi tersebut membuat Chelsea kesulitan mengembangkan permainan pada babak pertama. Reggie Watson yang baru berusia 16 tahun bahkan menjalani debutnya dan kesulitan menghadapi tekanan di lini tengah.
Pedro Neto, Reece James, Morgan Rogers, dan Cole Palmer kemudian masuk pada awal babak kedua. Perubahan tersebut langsung memberikan dampak terhadap permainan Chelsea.
Rogers menjadi salah satu pemain paling menentukan. Ia terlibat dalam empat dari enam gol Chelsea, sementara Palmer mencetak dua gol dalam periode kebangkitan tersebut. Chelsea bahkan mampu mencetak empat gol hanya dalam rentang sekitar 12 menit.
Secara taktik, masuknya Palmer membuat Chelsea memiliki pemain yang lebih efektif untuk menerima bola di antara lini tengah dan pertahanan Leeds. Rogers juga memberikan ancaman lebih besar dari area sayap maupun half-space sehingga Leeds kesulitan mempertahankan struktur pertahanannya.
Leeds Berhasil Mengontrol Babak Pertama
Menariknya, dominasi Chelsea justru baru terlihat setelah pergantian pemain. Pada babak pertama, Leeds mampu membuat Chelsea kesulitan membangun serangan.
Leeds bermain lebih agresif ketika Chelsea mencoba memainkan bola dari belakang. Tekanan tersebut membuat lini tengah Chelsea tidak mampu mengalirkan bola secara konsisten ke lini depan.
Gol pertama Leeds juga memperlihatkan keunggulan mereka dalam memanfaatkan situasi bola mati. Muharemovic menyambut umpan Harry Wilson dari sepak pojok untuk membawa Leeds unggul.
Setelah itu, Leeds semakin percaya diri. Sean Longstaff bahkan memiliki peluang untuk menambah keunggulan sebelum jeda.
Masalah Chelsea bukan hanya soal kreativitas, tetapi juga jarak antarlini yang terlalu mudah dimanfaatkan. Beberapa pemain pelapis yang dimainkan Alonso belum mampu menjaga intensitas permainan seperti pemain utama.
Chelsea Menang karena Memaksimalkan Momentum
Setelah skor berubah menjadi 2-1, permainan Chelsea berubah total. Gol Palmer melalui titik penalti memberikan kepercayaan diri baru kepada pemain tuan rumah.
Chelsea kemudian bermain lebih vertikal. Bola lebih cepat diarahkan ke area depan dan kombinasi Palmer-Rogers membuat lini belakang Leeds terus ditarik keluar dari posisinya.
Gol kedua Palmer menjadi contoh bagaimana Chelsea memanfaatkan ruang di depan kotak penalti. Rogers memberikan bola kepada Palmer yang kemudian menyelesaikannya dengan tembakan dari sekitar 20 meter.
Setelah itu, Chelsea semakin leluasa menyerang. Rogers dan Palmer kembali terlibat dalam proses gol Pedro Neto yang membuat Chelsea berbalik unggul 3-2. Welbeck kemudian menambah gol keempat melalui penyelesaian di dalam kotak penalti.
Produktif, tetapi Pertahanan Chelsea Masih Jadi Masalah
Kemenangan 6-3 menunjukkan kemampuan ofensif Chelsea di bawah Alonso, tetapi skor tersebut juga memperlihatkan masalah yang belum selesai di lini belakang.
Chelsea kini telah mencetak 16 gol dalam lima pertandingan pertama era Alonso. Namun, mereka juga sudah kebobolan 10 gol di semua kompetisi pada periode yang sama. Artinya, produktivitas tinggi masih berjalan beriringan dengan pertahanan yang cukup rentan.
Melawan Leeds, Chelsea sempat tertinggal 0-2 dan bahkan kembali kebobolan ketika unggul 4-2. Situasi tersebut menunjukkan bahwa The Blues belum sepenuhnya mampu mengontrol pertandingan setelah mendapatkan keunggulan.
Alonso sendiri mengakui bahwa keputusan melakukan rotasi besar hampir menjadi bumerang. Ia mengambil tanggung jawab atas performa buruk Chelsea di babak pertama dan menyebut keputusan tersebut sebagai bagian dari evaluasi tim.
Kemenangan atas Leeds akhirnya membawa Chelsea ke babak 16 besar Carabao Cup. Namun, pertandingan ini memberikan dua kesimpulan bagi Alonso: Chelsea memiliki daya serang yang sangat berbahaya ketika pemain kunci berada di lapangan, tetapi kedalaman skuad dan stabilitas pertahanan masih harus diperbaiki.***