BANTEN — Tim SAR Gabungan memperluas operasi pencarian delapan penumpang speed boat yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Memasuki hari keempat, luas area pencarian mencapai 3.243,7 nautical mile persegi yang dibagi menjadi lima sektor.
Perluasan wilayah dilakukan setelah tim mengevaluasi hasil pencarian sebelumnya dengan mempertimbangkan kondisi lapangan serta pergerakan arus laut. Dari lima sektor tersebut, empat sektor menjadi wilayah pencarian utama, sedangkan satu sektor khusus difokuskan pada titik-titik yang dinilai penting dalam operasi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan seluruh kekuatan yang dimiliki terus dikerahkan untuk menemukan delapan orang yang hingga kini masih belum diketahui keberadaannya.
“Memasuki hari keempat, kami memperluas area pencarian dengan membagi wilayah menjadi beberapa sektor, termasuk sektor khusus di sekitar lokasi yang menjadi perhatian. Seluruh unsur dan sarana yang tersedia kami optimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian,” kata Al Amrad di Pandeglang.
Untuk menjangkau wilayah pencarian yang semakin luas, Tim SAR Gabungan menambah dan mengoptimalkan penggunaan sejumlah kapal serta armada laut. Beberapa unsur yang dikerahkan antara lain KN SAR Tetuka 247, KN SAR Basudewa, KRI Leuser, KRI Karambit, KRI Lepu, KP Sanjaya, KP Hayabusa, KAL Anyer, KAL Pahawang, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RBB Pulau Peucang, dan TB Gunung Santri.
Pencarian dari udara juga diperkuat dengan dua unit drone thermal. Perangkat tersebut digunakan untuk membantu pemantauan dan pemindaian terhadap objek maupun sumber panas di permukaan air yang dapat menjadi petunjuk bagi tim di lapangan.
Selain unsur laut dan udara, sejumlah personel serta sarana pendukung di darat turut disiagakan untuk menunjang pelaksanaan operasi pencarian.
Operasi tersebut melibatkan unsur lintas instansi, mulai dari Basarnas, TNI AL, Kepolisian, BPBD, Potensi SAR, pemerintah daerah, tim medis, tenaga psikologi, Tagana, Baznas, Rumah Zakat, relawan hingga masyarakat setempat.
Namun, pelaksanaan pencarian tetap harus menyesuaikan kondisi cuaca dan gelombang laut di wilayah Selat Sunda. Berdasarkan perkiraan BMKG, kondisi cuaca di sekitar lokasi pencarian berada pada kategori cerah berawan hingga berawan.
Kecepatan angin diperkirakan mencapai 10 hingga 20 knot dan bergerak dari arah tenggara menuju selatan. Sementara tinggi gelombang laut berada pada kisaran 0,5 hingga 2,5 meter.
Al Amrad menegaskan keselamatan personel menjadi salah satu pertimbangan utama selama operasi berlangsung. Karena itu, perkembangan cuaca dan kondisi gelombang terus dipantau sebelum maupun saat tim melakukan penyisiran.
“Kami tetap mempertimbangkan faktor keselamatan dalam setiap pergerakan tim. Kondisi cuaca dan gelombang terus kami monitor, sementara pencarian dilakukan secara terkoordinasi dan maksimal di seluruh sektor yang telah ditentukan,” ujarnya.
Delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri dari kapten kapal, anak buah kapal (ABK), pemandu wisata, serta lima awak media nasional dan internasional.
Mereka adalah Warta (55), kapten kapal; Surakman (60), ABK; Heriyanto (49), pemandu wisata; M. Bagus Khoirunnas (28), jurnalis LKBN Antara; Ari Basuki (52), jurnalis Merdeka; Yudhis, jurnalis iNews; Daus (42), jurnalis Anadolu Agency; serta Donal, jurnalis freelance.
Tim SAR Gabungan hingga kini masih melakukan penyisiran berdasarkan titik koordinat yang telah ditentukan pada masing-masing sektor. Perkembangan pencarian dievaluasi secara berkala untuk menyesuaikan strategi dengan kondisi yang ditemukan di lapangan.
Dengan cakupan wilayah yang diperluas dan dukungan armada yang ditambah, tim berharap pencarian dapat segera menemukan keberadaan delapan orang tersebut. Operasi SAR masih terus berlangsung.
“Kami berharap perluasan area dan penambahan kekuatan unsur pencarian ini dapat memberikan titik terang. Operasi masih terus berlangsung dan setiap perkembangan di lapangan akan kami evaluasi untuk menentukan langkah pencarian berikutnya,” pungkasnya.