JAKARTA – Masjid unik di Jakarta tidak hanya menawarkan tempat ibadah, tetapi juga menghadirkan keindahan arsitektur dan cerita sejarah yang menarik untuk dijelajahi.
Kota metropolitan ini dikenal sebagai pusat pemerintahan dan bisnis, namun di balik itu tersimpan kekayaan wisata religi yang jarang disadari banyak orang.
Di antara masjid-masjid besar yang sudah populer, terdapat sejumlah masjid dengan desain tidak biasa serta nilai sejarah yang kuat.
Keunikan tersebut terlihat dari perpaduan budaya, konsep arsitektur, hingga filosofi yang melatarbelakangi pembangunannya.
Berikut lima masjid unik di Jakarta yang bisa menjadi alternatif destinasi wisata religi sekaligus menambah wawasan budaya.
1. Masjid Ramlie Musofa, “Taj Mahal”-nya Jakarta

Salah satu masjid paling unik di Jakarta adalah Masjid Ramlie Musofa yang terletak di kawasan Sunter, Jakarta Utara.
Masjid ini sering dijuluki sebagai “Taj Mahal versi Indonesia” karena desainnya yang terinspirasi dari bangunan ikonik di India.
Didominasi warna putih dengan ornamen megah, masjid ini memancarkan kesan elegan dan romantis.
Pendirinya, seorang mualaf bernama Haji Ramli Rasidin, membangun masjid ini sebagai simbol cinta kepada Tuhan, keluarga, dan agama.
Selain menjadi tempat ibadah, masjid ini juga sering dikunjungi wisatawan karena keindahan arsitekturnya yang fotogenik.
2. Masjid Cut Meutia, Bekas Bangunan Kolonial

Berbeda dari masjid pada umumnya, Masjid Cut Meutia memiliki sejarah yang sangat unik.
Bangunan ini awalnya bukanlah masjid, melainkan gedung peninggalan kolonial Belanda yang pernah digunakan untuk berbagai fungsi, mulai dari kantor hingga fasilitas pemerintahan.
Arsitektur khas Eropa masih dipertahankan hingga sekarang, sehingga memberikan nuansa berbeda dibanding masjid lain di Jakarta.
Transformasi bangunan ini menjadi masjid menunjukkan bagaimana ruang bersejarah bisa beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat modern tanpa kehilangan identitasnya.
3. Masjid Angke (Al-Anwar), Perpaduan Banyak Budaya

Masjid Angke atau Masjid Al-Anwar merupakan salah satu masjid tertua di Jakarta yang dibangun pada tahun 1761.
Yang membuatnya unik adalah perpaduan berbagai unsur budaya dalam arsitekturnya, mulai dari gaya Jawa, Tionghoa, hingga Eropa.
Masjid ini menjadi bukti nyata bahwa Jakarta sejak dulu sudah menjadi tempat pertemuan berbagai budaya.
Nilai historisnya yang tinggi menjadikan masjid ini tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai saksi perjalanan sejarah kota Jakarta.
4. Masjid Agung Sunda Kelapa, Tanpa Kubah

Jika kebanyakan masjid identik dengan kubah besar, Masjid Agung Sunda Kelapa justru tampil berbeda.
Dibangun pada tahun 1960, masjid ini tidak memiliki kubah, beduk, maupun simbol bulan bintang yang biasanya melekat pada bangunan masjid.
Desainnya yang sederhana namun modern memberikan kesan minimalis dan fungsional.
Keunikan ini membuatnya menonjol di antara masjid lain di Jakarta, sekaligus menunjukkan bahwa arsitektur masjid bisa berkembang tanpa harus mengikuti pakem tradisional.
5. Masjid Tjia Khang Hoo, Nuansa Tionghoa yang Kental

Masjid Tjia Khang Hoo menjadi salah satu contoh akulturasi budaya yang kuat di Jakarta.
Masjid ini memiliki desain yang menyerupai kelenteng, lengkap dengan ornamen khas Tionghoa yang mencolok.
Perpaduan budaya Islam dan Tionghoa terlihat jelas dari warna, bentuk bangunan, hingga detail dekorasi.
Masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga simbol toleransi dan keberagaman budaya di Indonesia.
Keberadaan masjid-masjid unik di Jakarta membuktikan bahwa tempat ibadah tidak hanya berfungsi sebagai ruang spiritual, tetapi juga sebagai representasi budaya dan sejarah.
Dari yang bergaya Timur Tengah hingga perpaduan budaya lokal dan asing, setiap masjid memiliki cerita dan karakter tersendiri.
Mengunjungi masjid-masjid ini bisa menjadi pengalaman yang berbeda, tidak hanya untuk beribadah tetapi juga untuk memahami keberagaman arsitektur dan perjalanan sejarah Islam di ibu kota.
Jadi, jika kamu ingin mencoba wisata religi yang tidak biasa, lima masjid di atas bisa menjadi pilihan menarik untuk dijelajahi. (ACH)