SUKOHARJO, 24 April 2026 — Aktivitas peternakan ayam petelur di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, kembali bergeliat seiring meningkatnya permintaan telur yang kini terserap penuh berkat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Suara kokok ayam yang riuh sejak pagi menjadi penanda rutinitas padat di peternakan Werkudoro, di mana para pekerja tetap sigap menjalankan tugas meski berada di tengah kebisingan dan populasi ayam yang besar.
Para pekerja terlihat cekatan mengumpulkan telur dari kandang ke dalam krat serta menjaga kebersihan area peternakan guna memastikan kualitas produksi tetap terjaga.
Pemilik peternakan, Danang Dwi Prasetyo, mengungkapkan bahwa usaha yang ia rintis telah berkembang signifikan setelah bertahun-tahun menekuni bisnis ayam petelur.
“Peternakan ini memiliki populasi 10.000 ayam,” ujar pemilik peternakan Werdokoro Danang Dwi Prasetyo, seperti dikutip Jumat (24/4). “Dan saya pun sudah memelihara ayam petelur sejak enam hingga tujuh tahun lalu,” imbuh dia.
Produksi telur yang melimpah dan kualitas yang terjaga kini menjadi kekuatan utama usaha tersebut, meski sebelumnya kondisi bisnis tidak selalu berjalan mulus.
Danang mengaku sempat menghadapi kendala serius dalam pemasaran akibat terbatasnya akses ke pasar, baik melalui tengkulak maupun distribusi langsung ke konsumen.
Situasi tersebut membuat sebagian hasil produksi tidak terserap dan menumpuk tanpa memberikan nilai ekonomi yang optimal.
“Jadi beberapa telur kami itu belum terserap atau belum terjual,” jelasnya.
Perubahan signifikan mulai dirasakan setelah pemerintah meluncurkan program MBG yang membuka jalur distribusi baru bagi para peternak lokal.
Permintaan telur meningkat drastis seiring keterlibatan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mulai menyerap hasil produksi peternakan.
Kini, seluruh telur yang dihasilkan dapat tersalurkan dengan baik untuk mendukung kebutuhan gizi anak-anak Indonesia.
“Dengan adanya MBG ini berdampak di farm kami juga, jadi telur kita langsung dibeli dari beberapa SPPG di Sukoharjo. Sekitar ada lima hingga delapan SPPG yang sudah menggunakan telur dari kami,” kata dia.
Danang menyambut positif perkembangan tersebut karena tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pemenuhan gizi nasional.
Ia memastikan bahwa kualitas telur tetap terjaga karena didukung oleh pakan berkualitas yang diberikan kepada ayam-ayam petelurnya.
Sebagai pelaku usaha, ia juga menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan program yang dinilai memberikan dampak langsung bagi peternak lokal.
“Terima kasih kepada Bapak Prabowo yang telah menciptakan atau membuat MBG untuk anak Indonesia,” pungkas dia.***