Di berbagai belahan dunia, beberapa ibu negara (first lady) atau mantan ibu negara sering menjadi sorotan karena gaya hidup mewah mereka yang kontroversial. Gaya hidup ini kerap dikaitkan dengan tuduhan korupsi, penyalahgunaan dana publik, dan pemborosan di tengah kemiskinan rakyat.
Berikut adalah daftar enam figur ibu negara yang hidup mewah lalu terseret kasus korupsi :
1. Imelda Marcos (Mantan Ibu Negara Filipina)
Imelda Marcos, istri mendiang diktator Filipina Ferdinand Marcos, dikenal sebagai simbol kemewahan ekstrem selama masa pemerintahan suaminya dari 1965 hingga 1986. Ia terkenal dengan koleksi ribuan pasang sepatu mewah, yang ditemukan setelah revolusi People Power pada 1986, termasuk hampir 900 tas tangan dan 508 gaun. Selain itu, Imelda dituduh menggelapkan dana negara untuk membeli perhiasan, seni, dan properti mewah, termasuk menghabiskan US$2 juta dalam satu bulan untuk perhiasan dari merek-merek New York.
Koleksi perhiasannya yang mencakup berlian dan rubi menjadi ikon skandal, sementara rakyat Filipina menderita kemiskinan. Hingga kini, ia menghadapi berbagai tuntutan hukum terkait pencurian kekayaan negara, meskipun sebagian asetnya telah disita.
2. Rosmah Mansor (Mantan Ibu Negara Malaysia)
Rosmah Mansor, istri mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, menjadi pusat kontroversi karena keterlibatannya dalam skandal 1MDB, di mana dana negara diduga dialirkan untuk membeli barang mewah. Ia dituduh menghabiskan sekitar US$346 juta dari dana 1MDB untuk membeli perhiasan, tas tangan, dan jam tangan dari 48 vendor di 14 negara, termasuk pembelian melalui perusahaan offshore.
Koleksinya mencapai nilai RM1,63 miliar (sekitar US$468 juta), termasuk tas Hermes dan perhiasan dari merek-merek seperti Jacob & Co. Pada 2022, Rosmah divonis 10 tahun penjara atas tiga tuduhan suap terkait proyek senilai RM1,25 miliar, meskipun ia mengklaim sebagai korban. Gaya hidupnya yang boros ini kontras dengan kondisi ekonomi Malaysia saat itu, dan 1MDB terus menuntutnya atas barang-barang mewah yang dibeli dengan dana curian.
3. Sara Netanyahu (Ibu Negara Israel)
Sara Netanyahu, istri Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, sering dikaitkan dengan penyalahgunaan dana publik untuk gaya hidup mewah. Pada 2019, ia dinyatakan bersalah atas tuduhan penipuan dan penyalahgunaan kepercayaan, di mana ia menggunakan dana negara sekitar US$100.000 untuk membeli makanan mewah dari restoran-restoran eksklusif, meskipun kediaman resmi sudah memiliki koki.
Ia dihukum denda sekitar US$15.000 dan mengakui kesalahan dalam kesepakatan plea deal. Kasus ini termasuk tuduhan memalsukan deklarasi bahwa tidak ada koki tersedia, yang memungkinkan pengeluaran berlebih. Meskipun bukan kasus korupsi besar seperti suaminya, gaya hidup Sara sering dikritik sebagai pemborosan dana publik, termasuk tuntutan hukum lain terkait pengeluaran rumah tangga.
4. Rosa Elena Bonilla de Lobo (Mantan Ibu Negara Honduras)
Rosa Elena Bonilla de Lobo, istri mantan Presiden Honduras Porfirio Lobo Sosa, terlibat dalam skandal korupsi yang melibatkan penggelapan dana sosial untuk gaya hidup mewah. Pada 2019, ia divonis 58 tahun penjara atas tuduhan penipuan dan penggelapan, termasuk mengalihkan dana dari program anak-anak miskin untuk membeli barang mewah seperti perhiasan dan properti.
Namun, vonis ini dibatalkan oleh Mahkamah Agung Honduras pada 2020, dan ia diadili ulang, menghasilkan vonis 14 tahun pada 2022 atas tuduhan serupa. Investigasi menemukan bahwa ia mengendalikan perusahaan offshore untuk menyembunyikan aset, termasuk dana dari program sosial yang seharusnya untuk pendidikan dan kesehatan. Kasus ini menyoroti korupsi endemik di Honduras, di mana gaya hidup mewah Bonilla kontras dengan kemiskinan rakyat.
5. Grace Mugabe (Mantan Ibu Negara Zimbabwe)
Grace Mugabe, istri mendiang Presiden Zimbabwe Robert Mugabe, dijuluki “Gucci Grace” karena kecanduannya pada belanja mewah yang memicu kejatuhan politiknya. Ia sering berbelanja barang mewah seperti tas Gucci dan pakaian desainer di Eropa dan Asia, menghabiskan puluhan ribu dolar dari dana negara, sementara Zimbabwe mengalami hiperinflasi dan kemiskinan.
Pada 2017, gaya hidupnya yang boros, termasuk pesta ulang tahun mewah dan properti di luar negeri, menjadi pemicu kudeta militer yang mengakhiri era Mugabe. Grace juga dituduh korupsi, termasuk penggelapan dana untuk bisnis pribadi seperti peternakan susu mewah. Meskipun tidak pernah divonis secara resmi, pensiun bulanan sebesar US$2.170 yang diterimanya pasca-kudeta dikritik sebagai pemborosan.
6. Kim Keon Hee (Ibu Negara Korea Selatan)
Kim Keon Hee, istri Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol, menjadi pusat kontroversi karena penerimaan tas mewah Christian Dior senilai sekitar US$2.250 dari seorang pendeta Korea-Amerika pada 2022, yang terekam dalam video rahasia. Kasus ini memicu tuduhan pelanggaran undang-undang anti-korupsi, meskipun jaksa memutuskan tidak menuntutnya pada Oktober 2024, dengan alasan tidak ada bukti suap.
Kontroversi ini berkontribusi pada penurunan popularitas Yoon, termasuk isu pajak dan manipulasi harga bawang, di mana Kim disebut sebagai faktor “jarum yang mematahkan punggung unta”. Meskipun bukan kasus korupsi besar, gaya hidup mewahnya sering dikritik di tengah standar etika tinggi di Korea Selatan.