BELITUNG – Sebanyak 60 calon haji asal Kabupaten Belitung resmi diberangkatkan menuju asrama haji di Pangkalpinang, Kamis (8/5/2025), sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci melalui Embarkasi Palembang.
Pelepasan dilakukan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Belitung. Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kemenag Belitung, Suyanto, mengatakan para jamaah yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 6 itu dijadwalkan terbang ke Pangkalpinang pukul 11.35 WIB dengan maskapai Lion Air.
“Penerbangan ke Kota Madinah menggunakan jasa penerbangan Saudi Airlines diperkirakan akan tiba di Bandara Madinah pukul 21.35 Waktu Arab Saudi (WAS),” ujarnya.
Dari total 60 calon haji, tiga di antaranya merupakan mutasi atau pindahan dari daerah lain. Rombongan akan bergabung dengan jamaah dari Bangka Barat, Bangka Selatan, dan Belitung Timur pada penerbangan dari Palembang yang dijadwalkan Jumat (9/5), pukul 16.00 WIB.
Setibanya di asrama haji Pangkalpinang, para jamaah akan menjalani serangkaian tahapan, termasuk acara penerimaan kloter, pemeriksaan kesehatan akhir, pembagian uang saku, serta manasik haji terakhir.
Calon haji tertua dalam rombongan kali ini adalah Sabang Nuhung Utung (82) dari Sijuk, sementara yang termuda adalah Oscar Prima (40) asal Tanjungpandan.
Bupati Belitung Djoni Alamsyah turut memberikan pesan kepada para jamaah agar menjaga kekompakan serta nama baik daerah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Pelaksanaan ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang mulia dan tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan melaksanakan perjalanan tersebut,” kata Djoni, dilansir dari Antara.
Ia juga menyampaikan bahwa suhu di Arab Saudi selama musim haji tahun ini relatif bersahabat, berkisar 38–40 derajat Celsius, tidak jauh berbeda dari suhu di Belitung.
“Kalau saya tahun lalu melaksanakan ibadah haji, suhu di Tanah Suci hampir 50–52 derajat, jadi sangat panas sekali,” tambahnya.
Di akhir pesannya, Djoni berharap para jamaah menjalankan ibadah secara khusyuk dan menyempatkan berdoa untuk kebaikan daerah asal dan para pemimpin.