Di tengah padatnya rangkaian ibadah haji, ada pekerjaan sunyi yang dijalani dengan penuh tanggung jawab oleh Zarkoni Hasbi Suid. Ia adalah petugas haji yang setiap harinya mengurus jenazah jemaah haji Indonesia yang wafat di Tanah Suci. Mulai dari pendampingan saat pemulasaraan, salat jenazah di Masjidil Haram, hingga pengantaran ke liang lahat.
Di Tanah Suci, tempat jutaan doa dilangitkan dan air mata ditumpahkan, tersimpan kisah senyap yang tak banyak diketahui. Di balik derap langkah para jemaah, ada petugas yang tak hanya mengurus logistik atau kesehatan, tapi juga menjadi saksi bisu pertemuan terakhir antara manusia dengan Sang Ilahi.
Zarkoni Hasbi, petugas pelayanan lansia di daerah kerja Makkah, dengan sepenuh hati menjalani tugasnya mengurus kematian jemaah. Meskipun mereka bukan keluarga atau kenalannya, Zarkoni merawat dan menghormati mereka seolah bagian dari keluarganya sendiri.
Ia mengurus surat kematian, memandikan jenazah, mendampingi proses salat jenazah, hingga mengantar ke pemakaman. Semua dijalani dengan keikhlasan, karena tidak semua orang diberi kehormatan untuk menjadi pengantar terakhir saudara seiman di Bumi para Nabi.
Di antara panasnya gurun dan lelah yang mendera, para petugas haji tetap berdiri—sebagai tangan kasih yang tak terlihat, pelindung, dan pengantar menuju peristirahatan abadi.
Bagi mereka, setiap jemaah adalah amanah. Di Tanah Suci, mereka bukan sekadar petugas. Mereka adalah malaikat tanpa sayap yang mengantarkan saudara seiman menuju keabadian, dengan doa dan air mata yang tak selalu terlihat.
Caption | Admin: Farraa