JAKARTA – Menjelang bergulirnya Liga Voli Korea 2025–2026, Daejeon JungKwanJang Red Sparks melakukan rotasi posisi terhadap salah satu pemainnya. An Ye-rim, yang sebelumnya berposisi sebagai setter, kini disarankan untuk beralih menjadi middle blocker.
Perubahan ini terlihat saat Red Sparks tampil di ajang pramusim Professional Volleyball Future Championship 2025. Dalam laga yang digelar di Danyang, Korea Selatan, Minggu (6/7/2025), Red Sparks harus mengakui keunggulan GS Caltex Seoul KIXX dengan skor tipis 2-3 (25-16, 23-25, 25-20, 17-25, 15-17).
An Ye-rim mengungkapkan bahwa pelatih Ko Hee-jin menyarankan perubahan posisi tersebut karena postur tubuhnya yang lebih tinggi dibanding setter lainnya di tim. Dengan tinggi badan 181 cm, An dinilai memiliki potensi besar dalam pertahanan blok.
“Pelatih merekomendasikannya kepada saya,” ujar An, dikutip dari MyDaily via Naver Sports.
“Ia berkata bahwa saya harus mencoba beralih posisi karena saya memiliki tinggi badan dan kemampuan blok yang baik.”
Setelah mempertimbangkan saran tersebut, An memutuskan untuk mencoba peran baru sebagai middle blocker. Ia melihat posisi ini sebagai peluang untuk berkembang, terutama karena peran tersebut membuka lebih banyak kesempatan menyerang melalui quick attack.
An juga mengakui bahwa dirinya belum menunjukkan perkembangan signifikan sebagai setter sejak debutnya bersama Gimcheon Korea Expressway Hi-Pass pada musim 2019–2020. Persaingan ketat dengan dua setter utama Red Sparks, Yeum Hye-seon dan Kim Chae-na, turut menjadi alasan.
“Bohong jika saya mengatakan menyesal dengan posisi setter. Ketika melihat setter lain, saya berpikir bahwa saya juga bisa melakukannya dengan baik,” katanya.
“Namun, kesempatan yang diberikan kepada saya sekarang adalah kesempatan lain. Saya pikir saya bisa menunjukkan sisi lain diri saya. Saya bekerja keras.”
Red Sparks sendiri bukan asing dengan eksperimen posisi. Sebelumnya, Jung Ho-young juga beralih dari outside hitter menjadi middle blocker, sementara Vanja Bukilic sukses diubah dari opposite menjadi outside hitter untuk mendampingi Megawati Hangestri Pertiwi.
“Ketika saya memikirkannya dengan tenang, saya pikir memblokir dan menyerang adalah bagian yang dapat membantu tim, bukan mengumpan,” ujar An.
“Tentu saja, saya tidak dapat langsung membuat keputusan saat pelatih berbicara kepada saya.”
Kini, An Ye-rim bertekad memulai babak baru dalam kariernya sebagai middle blocker.
“Mungkin ada banyak area yang kurang dari saya dibandingkan dengan middle blocker yang ada,” ucapnya.
“Namun, saya pikir ada banyak area yang dapat saya tunjukkan. Misalnya, tinggi badan.”
“Saya akan melakukan yang terbaik untuk menjadi pemain yang dapat membantu tim dengan cara apa pun yang memungkinkan.”
