JAKARTA – Hujan deras yang terus mengguyur wilayah Jabodetabek sejak Senin sore, 7 Juli 2025, hingga Selasa pagi, 8 Juli 2025, kembali menimbulkan banjir di sejumlah kawasan.
Masyarakat Jakarta dan sekitarnya kini tak perlu bingung menghadapi situasi darurat tersebut. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyediakan kanal pemantauan banjir yang dapat diakses secara real time oleh publik.
Layanan daring tersebut dapat diakses melalui tautan resmi pemerintah, memungkinkan pengguna untuk memantau titik-titik genangan air terkini di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
Dengan fitur pemetaan yang interaktif, warga dapat mengetahui ketinggian muka air di berbagai pintu air strategis serta kondisi jalan yang terdampak banjir.
Langkah ini dinilai sangat membantu warga dalam mengambil keputusan cepat dan tepat, baik untuk menghindari rute banjir maupun untuk melakukan evakuasi dini jika diperlukan.
Pemerintah berharap masyarakat lebih siaga dan tanggap menghadapi potensi banjir dengan memanfaatkan teknologi pemantauan banjir ini.
Untuk memanfaatkan layanan tersebut, warga hanya perlu membuka situs https://pantaubanjir.jakarta.go.id/pemantauan-banjir melalui perangkat gawai atau komputer.
Situs ini menyediakan data visual yang mudah dipahami, termasuk pilihan lokasi pantauan berdasarkan wilayah kelurahan, kecamatan, hingga pintu air.
“Informasi akurat dan terkini dapat membantu warga mengambil keputusan yang tepat untuk menghindari banjir,” demikian bunyi keterangan di situs resmi Pemprov DKI Jakarta.
Dengan memanfaatkan kanal pemantauan ini, masyarakat tidak hanya bisa bersikap waspada, tetapi juga mampu mengantisipasi risiko secara proaktif, mulai dari mengamankan barang-barang penting hingga mencari jalur alternatif yang lebih aman saat bepergian.***