JAKARTA – Kecelakaan maut terjadi antara KA Argo Bromo Anggrek di perlintasan kereta api swadaya, Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (1/5/2026) dini hari.
KA Argo Bromo Anggrek menabrak sebuah mobil Toyota Avanza bernomor polisi H 1060 ZP yang berpenumpang sembilang orang. Akibat kejadian itu, emapt orang meninggal dan beberapa lainnya luka-laka.
Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Grobogan, Iptu Eko Ari Kisworo, menjelaskan peristiwa terjadi pukul 02.52 WIB. “Toyota Avanza bernomor polisi H-1060-ZP, berpenumpang 9 orang, berjalan dari arah selatan atau Sidorejo menuju ke arah utara atau Purwodadi dengan kecepatan sedang,” kata Eko, dilansir detik.
Saat tiba di perlintasan, mesin mobil mati. Pada saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek melintas dari arah barat menuju timur. “Karena jarak sudah dekat, Kereta Api Argo Bromo Anggrek menabrak body depan kiri dari Toyota Avanza hingga mobil terpental sejauh kurang lebih 20 meter dan menabrak tiang Indihome. Kemudian mobil terjatuh ke selatan masuk ke sawah,” ungkap Eko.
Korban meninggal dunia di antaranya seorang anak bernama Pipi (8), sementara tiga lainnya belum teridentifikasi. Adapun korban selamat termasuk sopir Kardi (50), perangkat Desa Mlowokarangtalun, serta beberapa penumpang lain.
Plt Kasi Humas Polres Grobogan, Ipda Arif Suryanto, membenarkan insiden tersebut. “Benar terjadi laka KA Argo Bromo Anggrek jurusan Jakarta-Surabaya dengan mobil di perlintasan KA Dusun Sugihan, Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon. Laporan lengkap menyusul,” ujarnya.
Menurut polisi, kecelakaan terjadi akibat kurangnya kehati-hatian pengemudi saat melewati perlintasan sebidang. “Kurang hati-hatinya Toyota Avanza karena pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi Kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan atau ada isyarat lain,” tegas Eko.