JATENG – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan menggelar Kongres di Solo, Jawa Tengah, pada 19–20 Juli 2025 mendatang. Dalam kongres tersebut ada agenda besar yakni rebranding partai.
Salah satu sorotan utama adalah rencana penggantian logo partai yang selama ini identik dengan mawar putih. Kabar terbaru, logo baru PSI dikabarkan akan diubah dengan gambar gajah, sebagaimana terlihat dari atribut partai di sekitar Solo.
Rebranding untuk Penyegaran Identitas PSI
Sekretaris Steering Committee Kongres PSI, Benidiktus Papa (Beny) mengatakan bahwa rebranding ini menjadi langkah strategis untuk menyegarkan citra partai. “Di kongres nanti akan ada juga beberapa kejutan-kejutan yang kami siapkan. Salah satunya adalahrebranding Partai PSI yang saya kira bisa menjadi tonggak baru bagaimana Partai PSI ke depan,” ujarnya kepada wartawan di Kantor DPP PSI, Jakarta belum lama ini.
Meski logo baru menjadi perbincangan, Beny menegaskan bahwa nama partai tidak akan berubah. “Terkait dengan perubahan nama, saya kira tidak ada. Tapi di situ kami akan menegaskan bahwa partai PSI adalah partai super-terbuka,” katanya.
Makna Mendalam Logo Mawar PSI
Logo PSI saat ini, yang menampilkan kepalan tangan memegang mawar putih dengan latar merah, sarat akan makna filosofis. Mengutip laman resmi PSI, logo ini terinspirasi dari pidato Presiden Soekarno di Semarang pada 29 Juli 1959:
“Bunga mawar tidak mempropagandakan harum semerbaknya. Dengan sendirinya harum semerbaknya itu tersebar di sekelilingnya.”
Logo mawar PSI mencerminkan enam makna utama:
Warna:
Merah melambangkan keberanian, putih untuk kesucian dan kejujuran, serta hitam sebagai simbol kesetiaan, solidaritas, dan kekuatan.
Tulisan PSI:
Singkatan Partai Solidaritas Indonesia dengan huruf “P” terbuka, menandakan keterbukaan partai untuk semua kalangan.
Mawar Putih:
Melambangkan solidaritas internasional dan gagasan demokrasi substantif sesuai UUD 1945.
Kelopak Bunga:
Lima kelopak luar merepresentasikan Pancasila, sementara tiga kelopak dalam mencerminkan Trisakti.
Kepalan Tangan:
Menunjukkan tekad suci, optimisme, dan keteguhan memegang prinsip bangsa.
Latar Merah:
Menggambarkan keberanian PSI dalam setiap langkah politiknya.
Menjelang Kongres, publik di Solo dihebohkan dengan kemunculan atribut PSI berupa spanduk dan bendera yang menampilkan logo baru, seekor gajah menghadap ke samping dengan belalai terangkat, dihiasi warna putih serta aksen merah-hitam khas PSI.
Sekretaris Jenderal PSI, Raja Juli Antoni, memilih untuk merahasiakan kebenaran logo baru tersebut. “Logonya apa? Nanti secara formal akan di launching di Kongres ya,” ujarnya.
Spekulasi logo gajah ini memicu rasa penasaran publik. Apakah gajah akan benar-benar menggantikan mawar putih yang selama ini menjadi identitas PSI? Jawabannya akan terungkap dalam Kongres mendatang.
Kongres PSI: Pemilihan Ketua Umum dan Agenda Besar
Selain peluncuran logo baru, Kongres PSI juga akan menjadi panggung pemilihan ketua umum baru melalui system e-vote. Kongres ini diprediksi menjadi momen penting bagi PSI untuk memperkuat posisinya sebagai partai yang dinamis dan terbuka, sekaligus menegaskan visi politik ke depan.
Perubahan logo dan rebranding PSI menjadi topik hangat di kalangan masyarakat dan pengamat politik. Dengan semangat penyegaran, PSI tampaknya ingin memperkuat identitasnya sebagai partai yang relevan dan berani di tengah dinamika politik Indonesia. Publik kini menanti kejutan apa lagi yang akan dihadirkan PSI di Kongres Solo.