JAKARTA – Seorang pejabat senior Iran mengungkapkan kepaa Reuters bahwa Teheran telah menyetujui draf Nota Kesepahaman (MoU) dengan Amerika Serikat yang mencakup penghentian produksi maupun perolehan senjata nuklir.
Draf tersebut juga memuat ketentuan pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan sanksi minyak, serta pancairan aset Iran senilai 25 miliar dolar AS.
Menurut pejabat itu, MoU akan menjadi dasar negosiasi akhir dalam 60 hari ke depan. Iran berkomitmen mempertahankan status quo nuklir, tanpa pengayaan uranium maupun perluasan fasilitas, sementara Washington setuju untuk tidak menambah sanksi baru dan mencabut blokade pelabuhan Iran.
Ketentuan lain menyebutkan bahwa Iran akan segera membuka Selat Hormuz untuk kapal komersial, bersamaan dengan pencabutan blokade angkatan laut AS. Jalur air strategis itu telah ditutup sejak pecahnya konflik, memicu gejolak di pasar energi global.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menegaskan di Truth Social bahwa kesepakatan damai dengan Iran dijadwalkan ditandatangani pada Minggu (15/6/2026), dan Selat Hormuz akan segera “terbuka untuk semua.”
Delegasi Qatar turut hadir di Teheran untuk memfasilitasi penyelesaian perjanjian. Jika tercapai, kesepakatan ini akan menandai berakhirnya permusuhan yang dimulai sejak serangan AS–Israel pada 28 Februari, dan gencatan senjata yang dimediasi Pakistan pada 8 April.