GARUT – Sebanyak delapan orang masih dalam perawatan intensif dan 19 lainnya menjalani rawat jalan usai insiden desak-desakan massa dalam pesta pernikahan putra Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Wakil Bupati Garut Putri Karlina di Alun-alun Garut, Jumat (18/7/2025).
“Tiga di antaranya meninggal dunia, delapan orang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit, dan sembilan belas orang dalam penanganan rawat jalan,” kata Kabid Dokkes Polda Jabar, Kombes Pol. drg. Iwansyah
Adaoun korban jiwa meliputi Bripka Cecep Syaeful Bahri, anggota Polres Garut, Vania Apriliani, anak perempuan berusia delapan tahun dan Dewi Jubaedah, warga berusia 61 tahun.
Saat ini, tim medis di rumah sakit setempat tengah berupaya maksimal menangani delapan pasien dalam kondisi kritis, yang mayoritas mengalami gangguan pernapasan dan luka akibat kepadatan massa.
Pemerintah Daerah Garut memastikan biaya perawatan seluruh korban ditanggung penuh, sementara santunan Rp150 juta per keluarga korban meninggal telah disiapkan.
Pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab insiden di Lapangan Otista, Garut Kota, yang dipicu tingginya antusiasme warga saat pembagian makanan gratis.
“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas peristiwa tersebut,” kata Gubernur Jabar Dedi Mulyadi seraya menegaskan evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk mencegah kejadian serupa.
Investigasi kepolisian kini fokus pada potensi kelalaian pengelolaan acara, dengan Kapolda Jabar menjanjikan tindakan tegas berdasarkan hasil penyelidikan.
Pemerintah daerah dan kepolisian mengimbau masyarakat tetap tenang sembari menunggu kabar resmi lebih lanjut.