JATIM – Seorang pemuda asal Kediri bernama Satria harus berurusan dengan hukum setelah diduga menipu enam orang dengan janji palsu seputar karier di dunia sepak bola profesional dan kepolisian.
Pelaku melacarkan aksi dengan modus mengaku sebagai anggota Brimob dan berhasil mengelabui para korban hingga total kerugian mencapai Rp107 juta.
Kasatreskrim Polres Batu, Iptu Joko Suprianto mengatakan bahwa Satria mendekati para korban melalui klub sepak bola lokal bernama Konco Seneng di Kota Batu.
“Dia mengaku sebagai anggota Brimob Polda Jawa Timur. Dengan status itu, dia masuk ke lingkungan klub sepak bola, menjalin kedekatan, dan menawarkan proyek-proyek fiktif yang seolah menjanjikan keuntungan besar,” ungkap Iptu Joko, Senin (11/8/2025).
Janji Masuk Super League dan Jadi Polisi
Salah satu korban berinisial LAV (23), warga Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, menjadi sasaran utama penipuan. Kepada LAV, pelaku menjanjikan kesempatan emas untuk bergabung dengan tim sepak bola ternama di Super League, sekaligus peluang masuk menjadi anggota kepolisian.
Namun, untuk mewujudkan “impian” itu, korban diminta membayar Rp60 juta. Karena tidak memiliki dana sebesar itu, pelaku menyarankan LAV untuk mengajukan pinjaman online.
“Korban akhirnya mengajukan pinjaman online dan menyerahkan uang Rp60 juta kepada pelaku,” jelas Iptu Joko.
Janji Palsu dan Lilitan Utang
Setelah uang ditransfer, janji-janji manis pelaku tak pernah terealisasi. Para korban yang awalnya percaya kini harus menanggung beban utang, sementara pelaku menghilang tanpa kejelasan.
Modus pelaku terbilang rapi. Ia memanfaatkan citra sebagai aparat dan kedekatan emosional yang dibangun lewat aktivitas komunitas sepak bola. Setelah kepercayaan terbentuk, pelaku mulai menawarkan “proyek” yang menggiurkan—namun ternyata fiktif.
Kasus ini terungkap setelah enam korban melaporkan kerugian yang dialami. Saat ini, Satria telah ditahan oleh Polres Batu dan tengah menjalani proses hukum.
Polisi masih mendalami kasus untuk mengungkap kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap berbagai bentuk penipuan, terutama yang menawarkan keuntungan besar dengan pembayaran di muka.
“Selalu verifikasi identitas pihak yang menawarkan pekerjaan atau proyek, dan jangan mudah percaya hanya karena status atau penampilan,” tutupnnya