JAKARTA – Pembalap Honda HRC Castrol, Joan Mir, akhirnya mencatatkan hasil terbaiknya musim ini pada ajang MotoGP Austria dengan finis di posisi keenam, setelah sebelumnya kerap kesulitan menuntaskan balapan.
Musim 2025 sejauh ini tidak mudah bagi Mir. Ia tercatat mengalami 15 kali kecelakan, terbanyak bersama Johann Zarco, serta delapan kali gagal finis (DNF) dari 13 seri sebelum GP Austria. Namun, di Red Bull Ring, performa apik akhirnya terwujud.
“Pada akhirnya, kami bisa menyelesaikan balapan,” ujar Mir sambil tertawa, dikutip dari MotoGP.com. “Kami memberikan 100 persen.”
Mir juga menambahkan bahwa performa tersebut sejatinya sudah tampak di beberapa balapan sebelumnya, namun belum membuahkan hasil.
“Saya pikir dalam beberapa balapan kami memiliki potensi ini, tetapi entah mengapa kami tidak bisa mendapatkan hasil yang optimal. Di sini, kami berhasil melakukannya, jadi saya senang. Terima kasih kepada tim atas kerja keras mereka selama akhir pekan ini, sungguh positif,” ungkap juara dunia MotoGP 2020 itu.
Mir pun berharap Honda bisa segera menghadirkan pengembangan teknis lebih lanjut untuk terus bersaing di papan tengah dan atas.
Marini Akui Start Buruk Hambat Potensi
Sementara itu rekan setim Mir di tim satelit Honda HRC Castrol, Luca Marini, menyelesaikan balapan di posisi ke-13. Meski tidak mencolok di klasemen, pencapaiannya dinilai positif karena sempat terperosok ke posisi terakhir akibat melebar di tikungan pertama.
“Sepanjang akhir pekan, kecepatan kami sangat bagus dan saya menantikan balapan hari ini karena saya mengharapkan sesuatu,” kata Marini. “Kami kehilangan waktu di awal balapan dan saya melebar di tikungan pertama, sempat berada di posisi terakhir.”
Meski harus start ulang dari belakang, Marini mampu menyalip sejumlah pembalap hingga finis di zona poin.
“Balapannya menyenangkan dan kami membawa hal-hal positif ke Hungaria untuk terus memeriksa komponen baru kami,” tambahnya.
GP Hungaria yang akan digelar akhir pekan depan menjadi tantangan berikutnya bagi Honda, yang masih berupaya keluar dari keterpurukan teknis musim ini. Sementara Joan Mir berharap Austria bukan sekadar kebetulan, tetapi momentum kebangkitan.