JAKARTA – Nobody 2 hadir dengan beban ekspektasi tinggi setelah film pertamanya diam-diam mencuri perhatian penonton. Kolaborasi antara Bob Odenkirk dan sutradara asal Indonesia, Timo Tjahjanto, menjawab sebagian harapan, meski dari sisi cerita belum sepenuhnya memuaskan.
Sekuel ini tetap menyuguhkan aksi seru yang tak kalah dari Nobody (2021), dengan Odenkirk kembali memerankan Hutch Mansell—mantan pembunuh bayaran yang kini berusaha menjalani hidup sebagai kepala keluarga. Plot utama tentang dilema Hutch tetap dipertahankan, namun kali ini dibalut dengan nuansa baru untuk menghindari repetisi.
Derek Kolstad, pencipta saga John Wick, bersama Aaron Rabin, merancang skenario yang membawa Hutch dan keluarganya berlibur ke Plummerville, kota masa kecilnya. Nobody 2 pun bergeser menjadi road action comedy dengan latar liburan keluarga.
Langkah ini terbilang berani, namun sayangnya premis tersebut berkembang menjadi formula yang sudah sering ditemui di film laga: konflik dengan sheriff lokal, dilema moral, dan pembongkaran kartel korup. “Saya agak menyayangkan jalan yang ditempuh duo Derek Kolstad dan Aaron Rabin untuk Nobody 2,” tulis pengulas.
Meski begitu, Timo Tjahjanto berhasil memanfaatkan keleluasaan naratif untuk menghadirkan aksi yang lebih liar dan kreatif dibanding film pertama. Puncak kreativitasnya terlihat saat adegan klimaks berlangsung di taman bermain, tempat Hutch melawan sindikat pimpinan Lendina (Sharon Stone).
Adegan tersebut menyulap Nobody 2 menjadi versi dewasa dari Home Alone yang berdarah-darah. Hutch memanfaatkan wahana permainan sebagai jebakan mematikan, dengan iringan lagu hit Celine Dion yang menambah dramatisasi.
Penampilan Bob Odenkirk tetap solid sebagai Hutch, namun sorotan utama justru tertuju pada Sharon Stone. “Ia terlihat sangat bersenang-senang dengan perannya kali ini,” tulis pengulas, menyoroti karakter Lendina yang bengis tanpa latar belakang kompleks.
RZA juga mencuri perhatian sebagai Harry Mansell, adik angkat Hutch. Meski tampil singkat, aksinya dengan pedang katana memberi kesan kuat dan menjadi salah satu momen ikonik dalam film.
Nobody 2 memang belum bisa disebut sebagai sekuel sempurna, namun tetap menyuguhkan hiburan yang mengasyikkan. Film ini juga menjadi debut menjanjikan bagi Timo Tjahjanto di panggung Hollywood. “Ia kini perlu menyerap sebanyak mungkin pelajaran dari Nobody 2, sehingga karya-karya berikutnya dapat lebih naik kelas selagi tetap menjadi Timo Tjahjanto yang dikenali pengagumnya.”