BOGOR — Presiden Prabowo Subianto menekankan kembali pentingnya budaya warga jaga warga sebagai benteng utama dalam menjaga keamanan sosial.
Menurutnya, kebersamaan masyarakat dalam mengawasi lingkungan menjadi kunci untuk menutup celah bagi provokasi maupun tindakan kekerasan.
Prabowo menegaskan, tradisi ronda, siskamling, hingga penggunaan kentongan yang pernah menjadi bagian dari kearifan lokal perlu kembali dihidupkan.
“Saya juga menganjurkan kita kembali ke budaya kita, ada pengamanan lingkungan masing-masing, dulu ada yang dikenal ronda, ada yang dikenal siskamling, kentongan, masing-masing mengamankan,” ujarnya dalam pertemuan dengan media di Hambalang, Kabupaten Bogor, Sabtu (6/9).
Lebih lanjut, ia meminta masyarakat tidak ragu melapor bila menemukan pihak luar yang berusaha memprovokasi.
“Kalau ada orang-orang luar yang nggak jelas, yang mau menghasut, segera laporan, kalau perlu ya diusir, ya dicegat lah,” kata Prabowo.
Tak Ada Ruang untuk Kekerasan
Dalam pesannya, Prabowo menegaskan tidak boleh ada justifikasi terhadap tindakan anarkis, termasuk pembakaran fasilitas umum maupun lembaga demokrasi seperti DPRD.
“Jadi semua yang mengarah kekerasan kita wajib, seluruh masyarakat wajib menjaga.”
“Tidak ada alasan untuk mengizinkan kekerasan, tidak ada alasan, tidak ada alasan untuk bakar-bakar, tidak ada perjuangan demokrasi dengan membakar lembaga-lembaga demokrasi, gedung-gedung demokrasi yang dibangun dengan uang rakyat,” tegasnya.
Ia menilai, perusakan fasilitas publik bukanlah bentuk perjuangan, melainkan pengkhianatan terhadap rakyat.
“Gedung-gedung itu dibangun dengan uang rakyat, yang setengah mati kita kumpulkan, jadi pihak-pihak yang melakukan ini, menurut saya memang tidak cinta Tanah Air, tidak cinta rakyat, ngomong cinta rakyat, [tapi] ingin mengadu domba rakyat dengan pemimpin dengan tujuan yang nggak jelas,” jelasnya.
Komitmen Selamatkan Uang Rakyat
Selain menolak keras aksi anarkis, Prabowo juga menegaskan keseriusannya dalam agenda pemberantasan korupsi serta penghematan anggaran negara.
“Kalau ada saran, monggo, kita atasi bersama, saya, saya kira yang paling di depan soal melawan korupsi, saya paling depan yang ingin menyelamatkan uang rakyat, saya paling depan ingin penghematan, jadi itulah sikap saya,” tegasnya.
Di tengah tantangan dari pihak-pihak yang ingin menggoyahkan stabilitas nasional, Prabowo tetap optimistis.
Ia meyakini ketangguhan bangsa Indonesia mampu menghadapi segala ujian.
“On the whole saya percaya dengan kekuatan bangsa kita, kita pernah mengalami krisis-krisis yang banyak, ini krisis-krisis buatan tapi kita akan atasi,” tutupnya.***