NEW DELHI — Perdana Menteri India, Narendra Modi, menyerukan warga negaranya untuk berhenti menggunakan produk asing dan beralih ke barang buatan dalam negeri. Ajakan ini disampaikan dalam pidato publik pada Minggu (21/9/2025), di tengah memburuknya hubungan dagang antara India dan Amerika Serikat (AS).
Pernyataan Modi muncul setelah Presiden AS Donald Trump menerapkan tarif impor sebesar 50% terhadap sejumlah produk asal India. Sebagai bentuk respons, Modi semakin gencar mengampanyekan penggunaan produk Swadeshi, istilah yang merujuk pada barang produksi lokal.
“Banyak produk yang kita gunakan sehari-hari ternyata buatan luar negeri. Meski sering tidak sadar, kita harus menyingkirkannya,” ujar Modi, dikutip dari Reuters, Senin (22/9/2025).
Meskipun tidak menyebutkan nama negara secara spesifik, Modi menegaskan kekhawatirannya terhadap tingginya ketergantungan India pada barang impor. Seruannya segera disambut oleh para pendukungnya, yang meluncurkan kampanye boikot terhadap sejumlah merek Amerika seperti McDonald’s, Pepsi, dan Apple, yang selama ini memiliki pasar kuat di India.
India, dengan populasi lebih dari 1,4 miliar jiwa, merupakan salah satu pasar terbesar dunia bagi produk konsumsi global, termasuk merek-merek asal Amerika Serikat yang banyak dijual melalui platform e-commerce seperti Amazon. Produk-produk tersebut telah menjangkau hingga kota-kota kecil di seluruh negeri.
Dorongan untuk Pedagang dan Industri Lokal
Dalam pidatonya, Modi juga mendorong para pedagang dan pelaku usaha untuk lebih aktif memasarkan produk lokal guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Sejumlah perusahaan India pun mulai memperkuat promosi dan branding produk dalam negeri dalam beberapa pekan terakhir.
Sementara itu, Menteri Perdagangan India Piyush Goyal dijadwalkan akan melakukan kunjungan diplomatik ke Washington dalam waktu dekat. Lawatan ini bertujuan untuk membahas isu-isu perdagangan serta meredakan ketegangan bilateral yang meningkat pasca kebijakan tarif AS.
Langkah Modi dinilai sebagai bagian dari strategi jangka panjang India dalam memperkuat kemandirian ekonomi melalui inisiatif “Atmanirbhar Bharat” atau India Mandiri, yang selama ini menjadi agenda utama pemerintahannya.
Namun, pengamat menilai bahwa eskalasi ini bisa berdampak negatif pada hubungan ekonomi kedua negara jika tidak segera diredakan melalui jalur diplomasi.