JAKARTA – Jimmy Kimmel akan kembali menghibur pemirsa melalui acara “Jimmy Kimmel Live” mulai Selasa malam (23/9/2025) waktu setempat, setelah Disney dan ABC sempat menangguhkan penayangannya akibat kontroversi. Keputusan ini diambil menyusul monolog Kimmel yang dianggap sensitif terkait kematian aktivis konservatif Charlie Kirk, yang memicu reaksi keras dari dua pemilik stasiun besar, Nexstar Media dan Sinclair, serta sorotan dari Ketua FCC, Brendan Carr.
Disney awalnya menghentikan acara Kimmel untuk meredakan ketegangan, namun langkah ini menuai protes dari 400 selebritas, termasuk Martin Short dan Tom Hanks, yang mengecam keputusan tersebut sebagai ancaman terhadap kebebasan berpendapat. Dukungan dari para pegiat Amandemen Pertama dari berbagai spektrum politik turut memperkuat desakan agar Kimmel kembali.
Keputusan mengembalikan Kimmel ke layar disetujui oleh CEO Disney Bob Iger dan co-chair Disney Entertainment Dana Walden, dengan alasan kepentingan terbaik perusahaan. Meski demikian, belum jelas apakah semua afiliasi ABC akan menayangkan acara tersebut.
Kontroversi ini mencerminkan tantangan media tradisional di era tekanan politik dan hukum, seperti gugatan Presiden Trump terhadap ABC News dan CBS News. Kimmel sendiri belum memastikan apakah akan meminta maaf atas pernyataannya yang menyinggung soal teori kematian Kirk dan candaan terkait respons Trump.
Kembalinya Kimmel ke televisi larut malam memberi waktu tambahan bagi komedian ini, yang kontraknya dengan ABC akan berakhir pada 2026. Isu pensiun pun mulai mencuat, namun belum ada kepastian apakah Kimmel akan mundur tahun depan atau melanjutkan kontrak baru.