JAKARTA – Saidah Anwar, seorang pengemudi ojek online (Ojol) dari komunitas Grab, mengibaratkan Indonesia sebagai mobil balap yang dituntut melesat kencang agar tidak tertinggal di lintasan persaingan dunia.
Pernyataan itu ia sampaikan ketika menghadiri peringatan Hari Kesaktian Pancasila bertema “Indonesia Kita Spesial: Merajut Kebangsaan” yang digelar di Cattleya Hall, Wisma Serbaguna, Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 1 Oktober 2025.
Saidah bersama rekan-rekan komunitas ojol lainnya hadir di acara yang diselenggarakan Garuda TV tersebut.
“Saya mengumpamakan Indonesia seperti mobil balap, harus melaju dengan cepat dan bisa bersaing dengan dengan negara-negara lainnya,” ungkap Saidah saat diminta Host mengibaratkan Indonesia seperti sebuah kendaraan.
Ia menegaskan bahwa arah pembangunan bangsa di masa depan seharusnya berpijak pada nilai keadilan, kemakmuran, dan kesejahteraan yang merata, sesuai dengan ruh Pancasila sebagai dasar negara.
“Saya berharap Indonesia di masa depan bisa lebih adil, lebih Makmur, dan sejahtera secara merata seperti cita-cita Pancasila,” ungkap Saidah.
Bagi Saidah, profesi pengemudi ojek online merepresentasikan tantangan nyata di lapangan karena harus berhadapan dengan pengguna jasa yang memiliki karakter berbeda setiap harinya.
Ia pun menitip pesan agar para pengguna transportasi daring dapat lebih menghargai kerja keras para pengemudi yang siang dan malam berada di jalanan demi memenuhi kebutuhan hidup.
Selain itu, Saidah juga menegaskan bahwa solidaritas di antara para driver tidak terpecah meskipun mereka berasal dari platform yang berbeda.
“Allhamdulilah Kita di ojek online semuanya Bersatu baik dari grab maupun dari gojek,” ungkapnya.
Kebersamaan yang terjalin antarpengemudi disebutnya sebagai kekuatan utama dalam menghadapi kerasnya persaingan di lapangan sekaligus cerminan persatuan yang selaras dengan semangat kebangsaan.***