JAKARTA – Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan langkah besar memperkuat penataan kawasan permukiman demi Astacita Prabowo.
Kebijakan ini bertujuan menghadirkan layanan dasar setara bagi rakyat serta membuka peluang ekonomi baru berkelanjutan.
“Melalui penataan kawasan, kita memastikan layanan dasar seperti air minum, sanitasi, dan ruang publik benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.”
“Pembangunan ini juga membuka peluang ekonomi baru, meningkatkan kualitas hidup, dan mendukung agenda nasional pengentasan kemiskinan,” kata Dody di Jakarta, Jumat (24/10/2025).
Ia menjelaskan pembangunan permukiman kini menjadi motor sosial-ekonomi yang memperkuat daya tahan masyarakat di seluruh wilayah.
Program penataan kawasan menjadi tulang punggung visi Astacita dengan prinsip membangun dari desa dan memperkuat ekonomi bawah.
Kementerian PU mengedepankan pendekatan kolaboratif berbasis kebutuhan rakyat untuk mewujudkan lingkungan yang produktif dan layak huni.
Sepanjang 2025, tujuh kawasan prioritas tengah ditata demi mendukung kesejahteraan, pariwisata, dan pengentasan kemiskinan nasional.
Tujuh kawasan itu mencakup Medan Belawan Bahari, Pulau Penyengat, Tanjung Banun, Panjunan, Bahodopi, Lelilef Waibulan, dan Gunung Ruang.
Pulau Penyengat menjadi contoh revitalisasi permukiman bersejarah yang kini disulap jadi destinasi wisata Melayu unggulan.
Penataan di sana meliputi perbaikan jalan, drainase, plaza adat, dan taman lanskap dengan investasi senilai Rp36,98 miliar.
Sementara di Medan Belawan Bahari, proyek senilai Rp18,89 miliar difokuskan mengatasi banjir rob serta meningkatkan kesehatan warga.
Penataan Tanjung Banun di Batam diarahkan bagi warga relokasi proyek Rempang Eco City seluas 36,77 hektar.
Fasilitasnya meliputi drainase, jalan, air bersih, ruang publik, PJU, TPS-3R, serta puskesmas pembantu senilai Rp164,78 miliar.
Kawasan terdampak bencana seperti Gunung Ruang pun tak luput dari perhatian melalui pembangunan 287 rumah permanen.
Hunian relokasi di lahan 11,85 hektar itu dilengkapi fasilitas sosial, pendidikan, ibadah, taman bermain, dan lapangan serbaguna.
Adapun Bahodopi dan Lelilef Waibulan difokuskan memperkuat kawasan industri nikel agar selaras dengan kesejahteraan warga.
Pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, drainase, dan sentra UMKM diharapkan menyeimbangkan industri dan kehidupan.***