JAKARTA – Indonesia menegaskan dukungannya agar Republik Korea (ROK) menjadi mitra strategis ASEAN dalam menjaga perdamaian kawasan.
Menlu RI Sugiono menuturkan pesan Presiden Prabowo Subianto bahwa kemitraan ASEAN–Korea harus menjadi kekuatan positif bersama.
“Karena kemitraan kawasan dan Republik Korea harus menjadi kekuatan positif yang membawa perdamaian dan kemakmuran bagi semua,” ujar Menlu.
Indonesia menilai kerja sama ASEAN–ROK perlu diperkuat melalui Kemitraan Strategis Komprehensif yang adaptif dan berorientasi masa depan.
Kemitraan itu dinilai penting untuk menghadapi tantangan global yang semakin cepat berubah dan kompleks di kawasan Asia Timur.
“Penting bagi ASEAN dan Republik Korea bekerja sama menjaga agar ekonomi kita tetap terbuka, saling terhubung, dan inklusif,” ujarnya.
Menurutnya, hal itu akan menciptakan ekosistem yang mendorong pertumbuhan berkelanjutan serta peluang ekonomi yang lebih luas.
Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya implementasi penuh Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) di kawasan.
Selain itu, ASEAN–Korea Free Trade Area disebut harus terus ditingkatkan agar rantai pasok regional semakin kuat dan tangguh.
“Nilai digital Gross Merchandise Value (GMV) kawasan ini diperkirakan akan mencapai 1 triliun dolar AS pada tahun 2030,” ucap Menlu.
Prabowo menyebut ASEAN kini menjadi pusat pertumbuhan digital dunia dengan populasi muda yang adaptif terhadap teknologi baru.
Sementara Korea Selatan memiliki keunggulan dalam teknologi tinggi, inovasi, serta pengembangan kecerdasan buatan (AI).
Kolaborasi itu diharapkan membuka jalan bagi penguatan infrastruktur digital dan pengembangan talenta di kawasan ASEAN.
Kedua pihak juga sepakat mendorong tata kelola AI yang etis, inklusif, dan berpihak pada kemakmuran masyarakat luas.
Pertemuan KTT ASEAN–ROK ke-26 ini menjadi momentum baru memperkuat peran Asia Timur sebagai pusat stabilitas global.***



