Utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh menjadi perhatian pemerintah karena dinilai berpotensi menjadi beban bagi rakyat Indonesia. Pemerintah mengakui adanya tantangan dalam mengelola pembiayaan proyek tersebut dan kini tengah mencari skema terbaik untuk menanganinya, termasuk opsi memperpanjang masa pembayaran.
Menteri Sekretaris Negara menegaskan bahwa pemerintah sedang mengkaji berbagai opsi, mulai dari penyesuaian skema bunga, perpanjangan tenor pembayaran, hingga kemungkinan restrukturisasi utang untuk memastikan proyek tetap berjalan tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pemerintah juga menegaskan bahwa proyek Whoosh merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan kualitas transportasi publik nasional. Oleh karena itu, skema pembiayaan yang tepat perlu ditemukan agar tidak mengganggu stabilitas keuangan negara.
Pemerintah berharap skema baru pembiayaan proyek Kereta Cepat Whoosh dapat disepakati dalam waktu dekat, sehingga pembangunan infrastruktur transportasi massal dapat terus berlanjut dan dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Caption | Admin: Farraa