JAKARTA – Identitas dua kerangka manusia yang hangus terbakar di Gedung Astra Credit Companies (ACC) Kwitang, Jakarta Pusat, masih gelap. Polisi berjanji akan mengumumkan hasil tes DNA pekan depan, setelah mencocokkannya dengan laporan hilangnya dua pemuda saat demo ricuh akhir Agustus 2025.
Penemuan mengerikan ini terjadi pada Kamis (30/10/2025), saat tim rekonstruksi memeriksa struktur bangunan pasca-kebakaran. Kerangka ditemukan tertimbun puing, hangus total, dan baru terdeteksi dua bulan setelah insiden demo karena gedung tidak terpakai serta belum dibersihkan secara mendalam.
“Infonya kurang lebih hari Rabu (hasil tes DNA keluar). Saat ini belum ada,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Hery Saputra, kepada wartawan, Minggu (2/11/2025).
Roby menjelaskan alasan keterlambatan penemuan: “Jenazah hangus terbakar dan tertumpuk sisa material kebakaran. Sedangkan gedung tidak digunakan setelah kebakaran dan tidak dibersihkan atau diperiksa secara detail sampai mau direnovasi.”
Polisi menduga kerangka tersebut milik Reno Syahputra Dewo (24) dan Muhammad Farhan Hamid (23), yang dilaporkan hilang oleh keluarga saat kerusuhan demo Agustus lalu. Sampel DNA dari kerabat keduanya telah diambil untuk dicocokkan dengan kerangka, guna mengakhiri misteri hilangnya korban demo ricuh di Jakarta.
Kasus ini menyoroti dampak lanjutan aksi massa, dengan penyelidikan forensik menjadi kunci identifikasi korban kebakaran gedung terbengkalai.