JAKARTA – Borneo FC kembali memamerkan ketangguhan mereka di Super League 2025 dengan menaklukkan Madura United 1-0 dalam duel sengit di Stadion Segiri, Samarinda, pada Sabtu (22/11/2025) malam.
Kemenangan Borneo FC atas Madura United ini menjadi sorotan karena gol tunggal lahir pada menit ke-89 dan sekaligus memperpanjang tren kemenangan Pesut Etam menjadi 11 laga tanpa jeda.
Pertandingan Borneo FC vs Madura United berlangsung penuh tensi sejak sepak mula dan kedua tim menampilkan permainan berintensitas tinggi demi memperebutkan poin penting di papan klasemen.
Gol penentu kemenangan muncul sangat terlambat ketika Douglas Coutinho Gomes de Souza menjadi sosok paling menentukan dengan memaksimalkan umpan terukur Maicon untuk menaklukkan Adhytia Harlan pada menit ke-89.
Tambahan kemenangan ini membuat Borneo FC memperpanjang deretan hasil sempurna mereka menjadi 11 pertandingan berturut-turut yang seluruhnya berakhir dengan kemenangan.
Sejak awal pertandingan, kedua kubu langsung mengedepankan ritme cepat dan Borneo FC menguasai alur permainan dengan dominasi serangan dari sisi tengah maupun sayap.
Mariano Peralta yang menjadi ujung tombak Borneo beberapa kali mengejutkan lini belakang Madura United, namun koordinasi rapat yang dipimpin Pedro Monteiro masih mampu mematahkan setiap ancamannya.
Salah satu peluang terbaik di awal laga terjadi ketika Peralta sempat menembus garis pertahanan tetapi hakim garis lebih dulu mengangkat bendera karena ia berada dalam posisi offside.
Memasuki menit-menit pertengahan babak pertama, giliran Madura United mencoba mengambil alih momentum dengan membangun beberapa serangan balik cepat yang sayangnya belum menemui sasaran.
Momem paling berbahaya bagi Borneo terjadi pada menit ke-34 saat Balotelli melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang membentur pemain belakang namun tetap mengarah ke gawang sebelum dihentikan mistar.
Performa konsisten Nadeo Argawinata menjadi alasan lain Borneo tetap aman setelah ia melakukan penyelamatan refleks penting pada menit ke-43 untuk menjaga skor imbang hingga jeda.
Usai turun minum, Borneo FC kembali meningkatkan intensitas dan menebar tekanan besar yang membuat Madura United harus bermain disiplin dalam mengambil keputusan.
Dengan tekanan bertubi-tubi, wasit mengeluarkan tiga kartu kuning hanya dalam 10 menit awal babak kedua untuk Paulo Sitanggang, Novan Setyo Sasongko, dan M. Diansyah.
Meski sejumlah peluang kembali dihasilkan oleh Peralta dan kawan-kawan, penyelesaian akhir terus menjadi kendala hingga pertandingan memasuki menit-menit akhir.
Gol yang ditunggu akhirnya tiba kala Coutinho menyambar bola kiriman Maicon dan membuat Stadion Segiri berubah menjadi lautan sorak pendukung tuan rumah.
Madura United mencoba melakukan power play di waktu tersisa, namun pertahanan Borneo tampil sangat solid dan mampu menetralisir seluruh percobaan serangan tim tamu.
Peluit panjang memastikan kemenangan tipis tersebut dan menegaskan posisi Borneo FC sebagai pemuncak klasemen sementara dengan koleksi 33 poin.
Sebaliknya, kekalahan ini menghentikan langkah Madura United yang tertahan di posisi ke-11 dengan 13 poin.***