JAKARTA – Peran media massa memegang peran vital dalam dinamika geopolitik modern. Di era digital, media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi alat strategis dalam membentuk opini publik dan memengaruhi persepsi masyarakat terhadap isu global.
Analis Kebijakan Madya (AKM) Bidang TIK Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan RI, Kolonel Laut (P) Dr. Hari Suyanto menyebut media sebagai bagian dari kekuatan lunak yang mampu memengaruhi kebijakan dan hubungan internasional suatu negara.
“Media dapat menjadi sarana soft power yang efektif dalam membangun narasi, membentuk persepsi, dan mempengaruhi opini publik terhadap isu geopolitik,” ujar Hari Suyanto saat memberikan materi pelatihan peliputan di daerah rawan yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan di Menlatpur Kostrad, Sangabuana, Karawang beberapa waktu lalu.
Melalui framing dan narasi tertentu, media dapat mendorong kerja sama internasional, namun juga berpotensi memperkeruh ketegangan jika tidak dikelola secara bertanggung jawab. Di tengah derasnya arus informasi digital, tantangan terbesar adalah menjaga akurasi dan kredibilitas informasi.
Ia menegaskan bahwa jurnalisme yang profesional dan berimbang menjadi kunci agar media tidak dimanfaatkan sebagai alat propaganda yang dapat merugikan kepentingan nasional.